"Menikahlah denganku!" Agatha mengulang kata-katanya. "Apa Bapak berpikir menikah seperti permainan? Bapak bisa mengajak seseorang lalu Bapak bisa tarik lagi kata-kata Bapak. Begitu?" Kesal karena Agatha melamar dengan nada yang datar. Sahira tidak mengerti apa mau Agatha sebenarnya. Kadang sok manis, kadang meyakitkan seperti sembilu. "Lalu apa mau mu?" "Datanglah pada kedua orang tuaku!" Sahira bingung harus senang atau bagaimana, mendapat lamaran secara tiba-tiba. "Baiklah, ayo!" Agatha langsung meluncur. "Tapi sebentar lagi ada rapat Pak," ucap Sahira tiba-tiba gugup. Ia tidak tahu kalau Agatha benar-benar serius. "Kamu masih ingat rapat saat kamu memilih untuk resign?" Agatha menoleh pada Sahira yang sudah tertinggal. "Saya mengingatkan, siapa tahu Bapak lupa," Sahira berkata

