Diam

1082 Words

"Pagi Pak," ucap Sahira menunduk dengan suara pelan ketika Agatha datang. Pagi ini memang tidak ada semangat bagi Sahira untuk berangkat ke kantor. "Lemes amat, belum sarapan," ucap Agatha memiringkan wajahnya mencoba melihat wajah Sahira. Dengan cepat Sahira berbalik, kembali ke tempat duduknya. "Tolong buat kan saya kopi seperti biasa ya!" Agatha mendekati Sahira yang sudah jauh dengan senyum manisnya. "Mmm," dengan sedikit anggukan. "Kamu sakit?" Agatha mencoba mencari topik pembicaraan. Sahira hanya menggeleng tidak mengeluarkan suara. "Oh tidak ya. Mmm... apa sedang lampu merah?" Sahira langsung melotot mendengar ucapan Agatha. "Ups... salah ngomong ya?" Agatha menutup mulutnya. Sahira pergi tanpa meninggalkan kata-kata apapun. Persetan kalau dia adalah Bos, ia sudah tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD