Jengkel

1064 Words

"Aiiiissstt,,... Apa sih maunya Bapak? Kadang bersikap begini, kadang begitu. Apa Bapak seekor bunglon selalu berubah-ubah?" teriak Sahira kesal. "Bisa jadi," jawaban singkat dengan wajah datar. "Aiiissstt," berdesis kesal. "Dar," Sahira keluar ruangan, menutup pintu dengan kasar. Agatha hanya cekikikan. Pak Adi yang dari tadi mematung belum sempat keluar ruangan karena memang ada rada sedikit kepo tersenyum-senyum melihat mereka. "Loh Pak Adi ngapain masih di sini?" tanya Agatha yang baru sadae kalau Pak Adi belum keluar ruangan. "Lagi nonton drama Mas. Ternyata Mas Aga pandai main drama ya, hehe," Pak Adi menggoda Agatha. "Ceh, Pak Adi udah tua masih kepoan. Sudah, siapkan mobil saya mau keluar!" "Mau kemana Mas?" "Lihat saja nanti." Agatha tersenyum, senyum yang menyisakan tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD