Kenapa Edu Lagi

1171 Words

"Apa kau senang?" tanya Agatha saat keluar dari dari gerbang utama. "Mmm, sangat. Tapi apa pentingnya kalau aku senang atau tidak?" Sahira mengingat kembali kejadian patah hatinya kemarin. "Kalau kau senang kerjaan jadi lancar," Agatha memasang senyum yang di paksakan. "Ceh, dasar Bos plin plan," Sahira mencibir. "Eh, apa kau tidak merasa berdosa pada ku hari ini?" Agatha mengejar Sahira yang sudah lebih dulu berada di depannya. "Kenapa saya harus merasa berdosa?" "Siapa tahu kau merasa beersalah karena mulutmu yang maju lima centi dari hari-hari sebelumnya." "Yah, Bapak menghina saya?" Sahira merasa di ejek. "Kau tidak berkaca hari ini. Sahira kamu jelek kalau seharian manyun." "Apa? dan sekarang Bapak juga bilang saya jelek." berteriak di depan Pak Adi yang sudah mendekati merek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD