"Ma,Haira nggak enak badan."
"Iya,badan kamu anget sayang.Nggak usah sekolah dulu ya."
"Iya ma."
Haira tidak masuk sekolah keesokan harinya,ia terlalu kalut dengan pikirannya hingga membuatnya drop dan sakit.
Haira juga tidak mengabari Giyan karena tidak ingin Giyan khawatir.
Raya melihat bangku sebelahnya kosong hari ini,ia tahu ini pasti akibat ulahnya.Raya sebenarnya mengerikan dari Karin.
Raya begitu menggilai Giyan,dari akun medsos,kesaharian Giyan juga tumpukan foto Giyan.Ia adalah penyerang komentar pedas yang menggagu akun Giyan atau menghalu menyukai Giyan.
Ia sejujurnya mendekati Haira dan menjadi sahabat Haira hanya agar Giyan bisa sedikit melihatnya dan bisa didekat Giyan karena Giyan selalu mendekati Haira.
Ia akan merasa terganggu saat Giyan memerhatikan Haira atau menjahili Haira.
Giyan tidak tahu Haira tidak masuk sekolah karena ia beberapa hari juga tidak masuk sekolah untuk seleksi pemain sepakbola muda yang akan dipilih untuk berlaga di turnamen nasional.
Giyan juga belum sempat menyelesaikan Raya dengan persoalan cintanya.Giyan memilih diam dan akan menyelesaikannya sendiri tanpa melibatkan Haira.
Giyan juga sudah mengumpulkan informasi,ia tahu kebusukan Raya yang berteman dengan Haira hanya untuk dekat dengannya.
***
"Tok..Tok...Tok..."Seseorang mengetuk pintu kamar Haira.
"Masuk."Haira masih lemah dengan suara paraunya.
"Hai Haira."
Ternyata yang datang adalah Raya,musuh dalam selimut Haira.
"Eh Raya."Sebenarnya tidak sedikitpun Haira mengharapkan kedatangan Raya dengan kondisinya saat ini.
"Aku bawain tiramisu kesukaan kamu nih."
"Iya,makasih ya Raya."
Raya duduk di tepian ranjang Haira."Kamu udah baikan?"
"Iya udah lumayan kok,besok mungkin aku sekolah."
"Bagus deh,aku kesepian nggak ada kamu.Kamu banyak banyak istirahat ya."
"Iya Raya,aku juga masih pusing dikit."
"Emm...Aku boleh pinjam ponsel kamu nggak?Aku lupa bawa hp,aku mau kabarin mama aku."
"Iya,pakai aja."Haira menunjuk ponselnya yang ada di atas meja Haira.
Tapi yang Raya lakukan bukan mengabari ibunya,seperti dugaan Haira memiliki kontak Giyan di ponselnya.Raya malah membuat chat membuat janjikan temu dengan Giyan namun seolah Haira yang membuat pesan itu.
Raya segera menghapus setelah Giyan membalasnya.
'Yess,berhasil.Akhirnya kita bisa bicara berdua.Aku bakalan gunain kesempatan ini dengan baik.'Raya tersenyum senang dengan prestasi membajak ponsel sahabatnya.
****
Giyan menemui Raya yang berkedok Haira di tempat yang sudah di janjikan.
Di sebuah restoran sushi di Mall,Giyan melihat dari belakang sosok rambut tergerai yang ia kira Haira.
Langsung saja Giyan menyambangi dan duduk di depan Raya.
Alangkah kagetnya Giyan ternyata orang yang mengajaknya bertemu adalah Raya dan bukan Haira.
"Ngapain kamu kesini!"Giyan langsung berdiri dari tempat duduknya.
Raya ikut panik dan berdiri."Jangan,jangan pergi dulu Giyan."
"Ngapain kamu pakai hp Haira chat aku hah!Kamu kira aku sudi liat makhluk menjijikkan dan munafik kayak kamu!"Giyan mencerca dengan kasar tanpa peduli pada Raya sedikitkpun.
"Giyan,kamu kasar banget sih.Aku ini cewe."Raya menangis karena malu dan terluka dengan kata kata Giyan.
"Kamu tuh bangkai!Busuk!Harus di singkirin!"Kata kata Giyan semakin pedas.
Raya mengepalkan tangannya."Apa sih yang kamu pandang dari Haira!Kamu tahu nggak,aku yang nyerang haters kamu di medsos!Aku yang pasti bakalan cinta mati dan nggak bakalan nyakitin kamu!Aku yang selalu perhatiin kamu dari jauh!Aku yang diam diam cinta sama kamu!Aku yang hari ini berani nunjukin diri kekamu!Aku bukan Haira yang selalu debat sama kamu!Aku bisa nurut sama kamu Giyan!Kamu bebas jahilin aku.Tapi kamu...."Raya juga menumpahkan isi hatinya.(Siapa nih yang kayak Haira,punya teman yang kayak Raya?Malah ngincar pacar kita?!!!)
"Kamu nggak bisa di bandingin sama Haira!Haira tulus sama siapapun bukan munafik yang dekatin orang lain karena ada maunya kayak kamu!Dengar ya!Aku tahu kamu udah buat Haira sedih!Pakai segala minta comblangin sama aku!Cihh!Aku nggak sudi!"
Perkataan Giyan benar benar melukai Raya dan membuat harapannya pupus juga hancur.
"Aku udah ngira,kamu pasti bakalan nolak aku.Tapi coba lihat Giyan!"
Tanpa diduga Raya malah menyayat nadi tangannya di hadapan Giyan.
"Lihat Kan!Aku ini nekad!Apa kamu masih nggak peduli."
'Emang gila nih cewek!Bahaya banget kalau Haira terus terusan dekat sama dia!'Giyan sama sekali tidak peduli dengan hal nekad dan bodoh dan nekad yang dilakukan Raya.Ia benar benar khawatir jika Haira terus berteman dengan Raya.
"Bodo amat!Mau kamu mampus juga lebih bagus!Biar Haira nggak di ganggu lagi sama monster kayak kamu!"Selesai berbicara Giyan pergi berlalu dan tidak peduli dengan nasib Raya selanjutnya.
Raya terduduk dan menangis dengan kucuran darah di tangannya.'Haira!Haira!Cuma Haira aja yang ada di otak kamu Giyan!'
Pelayan restoran lekas memanggil ambulance karena tidak lama,Raya ambruk dan tidak sadarkan diri.
*****
"Tok..Tok..Tok.."Giyan mengetuk pintu rumah Haira.Ia baru sempat menjenguk Haira.
"Giyan?"Ibu Haira membukakan pintu dengan rona bahagia pada calon menantunya.
"Tante,Haira ada?"
"Ada,masuk aja dulu."
Giyan masuk keruma setelah di persilahkan oleh calon mertuanya.
"Haira masih sakit tante?"Wajah Giyan nampak khawatir,ia baru tahu jika Haira sakit dari temannya.
"Ya gitu deh,masih lemes dan susah banget makannya.Tante jadi khawatir,apalagi papa Haira lagi dinas di luar kota.Jadi tante aja yang urus Haira."
"Hmm,gimana kalau aku bawain makanan kekamar dia?Siapa tau dia mau makan?"
Usulan Giyan terdengar masuk akal,selain itu ibu Haira juga ingin jika Haira bisa semakin dekat dengan Giyan.
"Oke boleh aja."
Ibu Haira setuju dan Giyan sudah mendapat lampu hijaunya.
****
"Tok...Tok...Tok..."
"Masuk."Haira masih berbaring dikamarnya,ia tidak akan mengira yang datang adalah Giyan karena ia berbaring membelakangi pintu.
"Hei."
Haira kaget,ia jelas jelas mendengar suara Giyan.Haira lekas berbalik dan bangun.
"Giyan."Haira melihat jelas yang ada di hadapannya adalah Giyan yang duduk di tepian ranjangnya sambil membawakannya nampan berisi makanan.
"Maaf ya aku baru jenguk."
Mata Haira langsung berkaca menatap Giyan.'Gimana kalau Raya tahu?Gimana,aku juga udah mulai sayang ke Giyan.Gimana?'Haira berdebat dengan batinnya.
Giyan tahu jika Haira pasti memikirkan soal Raya."Udah,jangan dipikir teman kamu yang busuk tuh."
Haira kaget dengan perkataan Giyan."Maksud kamu?"
"Raya kan?"
Haira semakin kaget."Kamu tahu?"
"Iya aku tau semuanya dan aku bakalan ceritain kekamu.Dengar baik baik."
Giyan mulai menceritakan bagaimana Raya membajak hp Haira,mengajaknya bertemu,kemunafikan Raya,juga bagaimana Raya hanya memperdaya Raya.Semua keburukan Raya,Giyan ceritakan sampai akar akarnya.
Haira sampai shock berat dan tidak percaya.Ternyata orang yang selama ini ia kira sahabat adalah gadis mengerikan.
Haira lalu bangkit,ia merasa jijik dan benci pada Raya.