Varen memperbaiki rambutnya sebelum keluar dari mobil untuk bertemu Elina. Setelah pulang dari kampus ia segera pergi ke rumah Tristan. Boneka berwarna merah muda sudah ia persiapkan untuk menghibur Elina. Setelah penampilannya rapi Varen bergegas turun. Beberapa kali bel rumah ia tekan sampai akhirnya seorang perempuan muda membukanya. Pembantu rumah tangga yang kini khusus menangani Elina selama di rumah. “Selamat sore, Tuan, mari silakan masuk,” sapanya ramah. Varen segera masuk mengedarkan tatapannya ke penjuru rumah. “Di mana Elina?” tanya Varen. “Non Elina ada di kamarnya. Tuan silakan duduk dulu, sebentar saya panggilkan Non Elina,” ucapnya. Varen duduk di sofa empuk sembari melihat foto-foto yang terpajang di dinding. Melihat foto Elina ketika sekolah dasar membuat Varen te

