Ngambek

1443 Words

Ervin menutup pintu kamar Elina sepelan mungkin. Disisirnya rambut yang berantakan dengan jari tangan. Seketika ia teringat pada sopir taksi yang menunggunya di depan. Ervin memeriksa jam di ponselnya. Sudah lewat dua jam sopir itu menunggunya. “Kenapa aku bisa lupa,” gumam Ervin. Ia bergegas menuruni anak tangga. “Ervin,” panggil Tristan membuat langkah Ervin terhenti di tengah-tengah anak tangga. “Iya, Pa?” “Papa mau bicara sama kamu,” kata Tristan. “Baik, Pa, tapi aku mau bayar taksi dulu di depan,” kata Ervin. “Sudah papa bayar. Ikut papa sekarang,” ujar Tristan membuat Ervin mengusap leher belakangnya. “Ervin duduk dulu,” ucap Tristan. Ruang kerja Tristan cukup dingin membuat Ervin beberapa kali mengusap lengannya mencari kehangatan. “Dalam rumah tangga memang ada masa perse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD