Ketidakhadiran Ervin di kampus membuat Isya dan Dinda khawatir. Tidak biasanya Ervin absen tanpa pemberitahuan pada hal hari ini ada bimbingan penting dengan dosen sekaligus pengarahan untuk Wisuda nanti. Beberapa kali Isya mengirim pesan, tapi tidak dibalas. Beberapa kali ditelepon, tetapi tidak diangkat. Saat Isya melihat Elina berjalan dengan Varen ia segera menghampiri. “Elina,” panggilnya. Gadis itu berbalik menatap Isya yang berjalan cepat ke arahnya. “Elina kamu tahu Ervin di mana? Hari ini dia nggak hadir tanpa keterangan,” ujar Isya. Elina terdiam membuat Isya sedikit heran, bukankah mereka tinggal bersama jadi tidak mungkin kalau Elina tidak tahu. “Tolong jangan tanyakan Ervin pada Elina. Mereka sudah tidak tinggal bersama lagi,” kata Varen lalu membawa Elina pergi. Isya mema

