Ervin terus memeluk pinggang Elina sejak istrinya pulang. Suhu tubuhnya mulai menurun setelah minum obat. “Mister kenapa?” tanya Elina. Tidak biasanya Ervin semaja ini padanya. “Aku kangen sama kamu. Jangan pergi Elina,” ujar Ervin dengan mata tertutup. “Bukannya Mister yang sering pergi ninggalin aku?” “Sekarang gak lagi. Aku gak mau ninggalin kamu,” kata Ervin. Perlahan pelukannya semakin lemah seiring kantuk menyerangnya. Ervin terlelap mungkin karena efek minum obat. Elina mengusap kepala Ervin dengan lembut. Suaminya sudah tidur membuat Elina merencanakan untuk memasak. Sudah lama ia tidak berkutat di dapur. Ia rindu berpanas-panasan dekat kompor lalu bingung membedakan garam dan gula. Elina tersenyum tipis meliat isi kulkas yang kosong. “Cowok memang gak bisa diandalkan. Bagai

