Rencana Kedua

1423 Words

Dengan menumpang taksi akhirnya Ervin bisa sampai di rumah Elina. Beruntung malam itu hujan tidak turun sehingga ia bisa lebih tenang. Ia harus bicara dengan Elina sesegera mungkin. “Terima kasih, Pak,” ucap Ervin setelah membayar biaya taksi. Setelah memastikan penampilannya rapi Ervin bergegas menemui satpam untuk dibukakan pintu gerbang. Sejauh ini tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar, bahkan saat Ervin duduk di sofa dan ditemani Tristan dan Kaila. Suasana menjadi tegang. Ada teh hangat yang tersaji untuknya, tapi tuan rumah belum mempersilakan untuk minum. Ervin hanya bisa menelan ludah untuk membasahi kerongkongan. “Ada pun latar belakang saya datang ke sini yaitu untuk menemui Elina dengan maksud dan tujuan menjemput Elina pulang,” kata Ervin. Tiba-tiba ia teringat pendahul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD