Kiara terdiam menatap menatap bahan makanan yang teronggok di atas meja. Ada daging sapi, ada kelapa parut, kol, buncis, beberapa butir sosis, wortel, brokoli, beserta beberapa macam bumbu dapur yang siap untuk diolah. "Hari ini suamiku pulang agak malam. Mungkin habis magrib. Katanya dia lagi pengen makan dendeng daging sapi sama capcay aja," tutur wanita pemilik rumah tempat Kiara bekerja sambil mengusap perutnya yang membuncit di samping Kiara. "Dendeng? Waduh!" Untuk Capcay Kiara tidak terlalu khawatir. Dia sudah pernah mencoba untuk menu yang satu itu, dan hasilnya lulus dilidah Enggar yang memang tidak terlalu cerewet urusan makanan. "Kiara? Kok melamun?" "Eh, i-iya, Bu." Kiara tergagap. "Jangan panggil saya ibu, panggil saja Mbak Nuri. Kita kan seumuran aja." Wanita pemili

