Satu Persatu Pergi

1978 Words

"Mamaa!" pekik Rista sambil menahan tubuh ibunya yang lunglai bagai tak bertulang. "Bisa-bisanya kamu menganggap adikku seperti seorang perempuan murahan! Atas dasar apa kamu meragukan dia sedang mengandung anakmu?" Kepalan tangan Farel seketika berpindah ke kerah baju milik Enggar. Sebagai seorang Kakak, ia sungguh tak rela mendengar ucapan adik iparnya. Pak Johan yang shock, tidak bisa berbuat apa-apa. Farel menyeret Enggar keluar. Pak Johan juga tidak melakukan apa-apa. Tidak melarang, juga tidak melerai. Ia masih berdiri mematung. "Paa ... Mama, Pa! Ayo kita bawa Mama ke kamar," ucap Rista dengan suara serak melihat ayahnya tidak melakukan apapun. Tanpa cakap, Pak Johan langsung menggandeng tubuh istrinya menuju kamar. Rista mengikuti dari belakang. Pak Johan mendudukkan istriny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD