Jangan Sampai Menyesal

1112 Words

Kiara menatap Enggar dengan netra yang mulai mengembun. Enggar memalingkan wajah. Untuk menyamarkan perih yang tak mampu lagi diungkapkan dengan kata-kata, Kiara pun menunduk. Kelopak mata bawahnya tak lagi mampu menahan bendungan air yang sejak tadi berkumpul mengaburkan pandangannya. Dalam satu kedipan, air yang menggenang itupun luruh membasahi pipi. Enggar memalingkan wajah. Tangannya terangkat ingin menyentuh kepala Kiara yang menunduk sambil terisak. Tapi dalam sekejap, Enggar kembali menarik tangannya. Bayangan tubuh Kiara yang terkulai dibawah lelaki lain, bayangan wajah Asti yang memelas meminta dimaafkan saat itu, silih berganti datang mengisi kepala Enggar. Akhirnya ia tak melakukan apa-apa sejak Kiara menangis, sampai Kiara tenang dengan sendirinya. "Tak masalah, jika kamu t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD