Kiara tiba di rumah, sekitar pukul 21.00. Di depan rumah, kedua orang tuanya sudah menanti. Bu Lilis yang semula mondar-mandir, langsung berhenti bergerak. Pak Johan menyandarkan bahunya di bingkai pintu, dengan kedua tangan bersidekap. "Kiara, tunggu!" Kedua orang tuanya langsung melangkah bersama menuju ke arahnya. Kiara yang baru turun dari angkutan umum terpaksa menahan langkah, menunggu kedua orang tuanya dengan jantung berdebar, karena melihat wajah kedua orang tuanya nampak berang. "Kamu gimana sih, Kiara? Nirma sakit, malah kamu tinggal sendiri. Kalau jalan, ya dikira-kira juga waktunya, Kiaraaa! Masa dari siang sampe malam begini baru balik. Mana pas suami sama mertuamu enggak ada di rumah lagi. Jangan bikin malu Mama sama Papamu ini, Kiaaa! Masa dari jaman kamu sendiri, sampa

