Seminggu setelah kepergian Dara dan Lula, Gladis benar-benar mengikuti ucapan Mama untuk pindah ke Sydney menempati rumah yang Ayah sewakan. Agak berat rasanya meninggalkan Malbourne yang sudah menjadi rumahnya selama dua tahun ini, terakhir saat hari kepergiannya Nenek Anne, Nanny, juga anak Nenek Anne datang untuk mengucapkan kata perpisahan. Gladis menangis kala itu. Bukan waktu kepindahannya saja, bahkan saat mencuci baju masih sempat-sempatnya Gladis sesenggukan. Alasannya karena teringat kedua anaknya yang biasanya berlari mengelilingi apartemen. Tapi akan sedikit mereda jika Artha sudah mulai berbicara mencoba mengalihkan pikiran Gladis. Sungguh dirinya seperti anak kecil yang sedang kehilangan mainannya selama seminggu itu. Rumah sewaan di Sydney cukup bagus, meskipun hanya m

