“Gak tau, kayaknya ada magnet-nya deh!” Mendengar itu Gladis langsung menyingkirkan tangan Artha, dan berjalan menuju meja makan sambil membawa menu terakhir makan malam mereka. Gladis makan dengan hikmat, mengabaikan tatapan Artha yang tertuju padanya. Mata elang itu menatap dengan intens setiap pergerakan tubuh Gladis, tapi masih terus bisa Gladis abaikan. Hingga.... “Gue mau deh.” “Setan! Lo ganggu makan gue! Bisa gak sih tenang sebentar??!!” “Hahahhah.... nanti ya, Dis.” Gladis hanya memutar matanya malas, kali ini lebih ingin menikmati kari ayam yang sudah ia idamkan sejak lama. Tiga tahun kebelakang tinggal di Aussie, membuat dirinya merindukan segala jenis makanan khas Indonesia. Beberapa kali Gladis akan menuruti inginnya, tak bisa selalu karena bahan masakan khas Indones

