Renata bingung harus mejawab bagaimana, malam ini dia harus menghadiri pesta rekan kerjanya yang sudah banyak membantu Renata. Tetapi, kakaknya sudah menyuruhnya untuk membujuk Frans. Rena masih diam dan pada saat Frans menanyakannya lagi Renata terkejut karena tidak di sangka Frans kini duduk di meja dan mengahadap ke Wajah Renata.
Renata yang tengah melamun tidak sadar jika Frans sudah berada di depannya. Saat menyadari kehadiran Frans Rena langsung menarik badannya ke belakang dan menahan deru nafas yang semakin cepat karena wajah tampan Frans begitu menggoda.
Andai laki-laki yang di hadapannya itu tidak b******k mungkin Renata sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kau diam saja itu menjawab pertanyaanku sayang. Jadi kau bersedia, tunggu aku 1 jam lagi." Ucap Frans spontan dan berdiri untuk pergi meninggalakan Renata.
"Tapi-" Renata mencoba mengatakannya ke Frans.
"Jim, kita akan Rapat sekarang." potong Frans dengan mengalihkan pembicaraannya dengan Jim. Memanggil Jim untuk mengadakan Rapat mengenai kerjasama perusahaan Swan.
"Frans aku tidak bisa malam ini!" Teriak Renata yang melihat Frans akan keluar ruangan.
Frans membalikan badannya dan tersenyum, "Baiklah." Ucapnya lalu pergi meninggalkan Renata. Lagi-lagi Frans membuat seribu pertanyaan untuk Renata.
Akhirnya Renata kembali ke butik dengan seribu pertanyaan dari frans yang membuat otak Renata terpenuhi tanda tanya soal Frans. Renata bersiap-siap merias diri untuk ke pesta temannya. Hanya butuh kurang lebih 1 jam Renata sudah rapi dan terlihat menawan.
Gaun Biru tua yang sederhana namun terlihat elegan itu dengan lengan Sabrina yang di baluti brokat yang menghias di setiap bagian dadanya hingga pinggangnya, dipadukan dengan kain organza yang menjadi pelengkap bagian bawahnya.
Gaun yang hanya sebatas lutut dan bagian belakang sedikit lebih panjang membuat Renata terlihat Cantik dengan memperlihatkan kaki jenjangnya dan kulit mulusnya.
Tidak tertinggal aksesoris tambahan yang dia kenakan seperti tas tangan yang Renata pegang, gelang dan anting menjuntai membuat kesan Sweet.
"Wooww Rena kau terlihat Cantik." Ucap Arin saat Renata mengenakan salah satu gaun hasil karyanya sendiri.
"Tentu saja gaun buatanku tidak pernah mengecewakan haha." tawa Renata membuat Arin Dan beberapa pekerja Butiknya ikut tertawa ringan.
"Aku tahu itu" Arin sedikit memelankan nadanya dan kembali tersenyum.
Renata siap pergi. Arin tidak bisa menemani karena harus menyiapkan acara besok, Sebelum hari esok tiba. Renata akan sangat sibuk.
Karena besok adalah acara Fashion Week dan lusanya pesta formal yang harus Renata datangin dengan Frans.
"Semuanya, aku akan pergi. Kalian siapkan untuk acara besok, jangan sampai ada yang terlupakan." Ucap Renata lalu melangkahkan kakinya keluar butik.
Hanya lima langkah dari pintu masuk butik, mata Renata sukses membulat saat melihat sesosok laki-laki tampan berjas hitam dan dasi kupu-kupu dengan mobil mewah yang sangat keren itu sudah terpakir dan laki-laki itu tersenyum dengan sedikit menaikan ujung bibirnya.
"FRANS!" Teriak Renata yang melihat Frans sudah berdiri di depannya.
'Bagaimana dia disini? Apa dia sungguh menungguku untuk makan malam?' batin Renata.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah aku sudah mengatakan tidak bisa makan malam denganmu." tanya Renata lalu mendekati Frans.
Frans tidak membuka suaranya, hanya sekertaris Jim yang menghampiri mereka lalu membukakan pintu mobilnya dan menyuruh Renata untuk masuk.
"Tunggu dulu Frans. Aku sungguh tidak bisa makan malam bersamamu." Ucap Renata menolak Untuk masuk ke dalam mobil.
"Aku tahu. Masuklah dulu, aku akan mengantarmu ke pesta." Akhirnya Frans menjawab pertanyaan Renata. Dan itu mengundang pertanyaan lagi.
'bagaiman Frans tahu jika Renata akan ke acara pesta'
Renata memasuki mobil milik Frans yang diikuti Frans duduk di samping Renata. Frans masih diam saat mobil sudah melaju meninggalkan butik milik Renata, dan perlahan Renata mulai duduk dengan gelisah.
Frans sebelum mengatakan sesuatu dirinya mengeluarkan sebuah undangan yang sama persis seperti milik Renata yaitu undangan pesta untuk malam ini. Rena terkejut mengambil undangan itu dan melihat ke arah Frans.
"Aku tahu kau akan ke pesta itu sayang, jadi. Aku mengajakmu datang bersama untuk makan malam." Ucap Frans.
"Maksud kau makan malam adalah ini?" tanya Renata tidak percaya apa yang sudah terjadi.
Frans menganggukinya, "kau pikir apa?" tanyanya balik.
" Bagaimana Selena bisa mengenalmu Frans?" Renata bertanya-tanya bagaimana seorang Frans yang sangat sulit untuk berinteraksi dengannya tetapi justru Frans mengenal rekan kerja Renata.
Frans menjelaskan atas pertanyaan yang sudah terkumpul di isi kepala Renata, dirinya memperlihatkan Jas hitam yang tengah dia kenakan dengan lebel F.A itu.
"Jas yang aku pakai adalah mode dari Selena Sweet. Aku adalah pelanggan setianya dan aku menyuruh Selena untuk membuatkan stelan bajuku dengan lebel pribadi miliku. Lantas bagaimana Selena akan lupa dan tidak mengundangku?" Ucapan Frans berhasil membungkam Renata yang sebenarnya ingin mengutarakan banyak sekali perkataan.
"Kau sungguh menjadi salah satu pelanggannya?"
"Sayang kelak aku berharap mulai sekarang dan seterusnya kau yang akan membuatkanku stelan kemeja dan jasku ini dengan lebel buatanmu..tidak lebel nama kita." Ujar Frans lalu mengedipkan satu matanya ke Renata.
"Baiklah." Spontan Renata hanya mengiyakan permintaan Frans. Karena dirinya msih tidak mengerti kenapa Frans begitu banyak memilik rahasia yang tidak Rena ketahui.
Dulu dia berfikir laki-laki kaya dan b******k seperti Frans akan menggunakan desain stelan pakaiannya pling mahal dan ternama seperti yang di gunakan raja Inggris, tapi ini. Dia menggunakan lebel dari desain teman Renata sendiri. Meski Renata tahu memang kesuksesan Selena lebih menonjol dan berkelas ketimbang dirinya.
Sesampainya Mereka di pesta itu. Mereka langsung di sambut Selena yang terlihat amat cantik dengan balutan gaun warna coksu yang sedikit seksi dengan memperlihatkan garis buah dadanya yang membentuk body seksiya hingga ke bagian pahanya, di baluti kain tile yang dari pinggang hingga menjuntai ke lantai dengan brokat emas yang melingkar di bagian bawahnya.
Menyapa keduanya dengan langsung memeluk Frans dan langsung mencium pipi Frans yang membuat Renata sedikit terkejut. Suaminya di cium wanita lain dan itu sahabatnya.
"Kau datang juga akhirnya tuan Frans Alvarado." Sapa Selena. Dan kembali melihat ke arah Renata yang berdiri di samping Frans.
"Haii Neta. Aku sangat merindukanmu?" Ucapnya langsung memeluk Renata. Renata mencoba bersikap normal di depan Selena dengan membalas pelukannya.
Setelah Selena melepaskan pelukannya, Selena baru menyadari suatu hal dan itu kedatangan mereka yang bersama-sama. "Bagaimana kalian datang bersama?" tanya selena.
"Em em itu Na aku-" Renata sediti gugub untuk menjawab pertanyaan Selena
"Dia istriku." Potong Frans, Selena terkejut membulatkan kedua mata coklatnya itu.
"Oh my god, Neta. Aku memang mendengarmu menikah tapi tidak aku sangka laki-laki itu adalah Frans-" ucap Selena, kemudian mendekatkan wajahnya ke samping telinga Renata dan berbisik padanya.
"Dan laki-laki seksi pujaan kaum Wanita Neta." Bisik Selena.
Renata tertegun mendengar ucapan Selena, dirinya hanya menahan deguban jantungnya yang kian cepat dan Selena memundurkan wajahnya lalu tertawa.
"Kau juga hebat Tuan Frans. Awalnya kukira kau menyukaiku tapi aku senang karena kau tidak akan salah dalam memilih wanita seperti Renata ini untuk menjadi Istrimu. Aku harap kau tidak akan menyakitinya." Selena membuat Renata menjadi sedikit salah tingkah.
Bukan hanya itu, Frans juga dengan terang-terangan memperkenalkan dirinya sebagai istri Frans. Rasa emosi yang tiba-tiba datang saat melihat Selena mencium pipi Frans berubah menjadi pikiran 'its ok'.
Renata dan Frans langsung berbaur dengan yang lainnya, dan sebelum acara di mulai Frans dengan Renata sudah tidak berdiri secara berdampingan karena Renata yang menemui Rekan satu bisnisnya dan Frans entah kemana dia menghilang saat Jim mencarinya dan berbicara dengan Frans.
Saat tenata sedang asik berbincang dengan salah satu desainer yang cukup terkenal tiba-tiba Anjelina menghampiri mereka. Suasana hati Renata berubah seketika. Renata mencoba menghindarinya namun Anjelina menghentikan Rena.
"Hai apa kau malu karena sudah menjiplak karya orang lain?" Teriak Anjelina.
To Be Continued
Maaf sayang aku telat Up, jamku benar" bentrok sama kuliah ??