Part Thirteen

2106 Words

Sejak semalam tidur Bev tidak nyenyak. Sesekali dia terbangun untuk memgompres Fefe. Suhu tubuh putrinya yang sangat tinggi membuat Bev tidak bisa tidur. Walaupun Nico berkali kali menawarkan bantuan, tetapi Bev selalu menolaknya. Dia benar-benar lihai dan ahli mengurus Fefe yang sedang sakit. Walaupun ini kala pertamanya dia mengurus seorang anak yang sedang sakit sebagai seorang ibu. Mungkin naluri keibuannya telah benar benar terbangun. "Mama.. mama..." Mendengar rancauan dari putri kecilnya, membuat Bev yang baru saja tidur nyenyak segera membuka matanya. "Iya, sayang? Fefe mau minum?" Tanya Bev. Fefe mengangguk lemah. Bev mengambil segelas air putih disamping nakas kemudian membantu Fefe minum. "Masih pusing sayang?" Tanya Bev. Fefe mengangguk kecil, "Badan Fefe gak enak, Ma. Fe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD