Senyum dari bibir yang dilapisi lipstik berwarna merah terang itu sama sekali tidak menggugah hasrat Daniel meskipun sudah ratusan kali ia mengulumnya dan sudah menghabiskan waktu bersama wanita yang kini duduk di samping. Dulu Felly tidak ambisius seperti sekarang, ia bahkan menduakan Daniel dan kembali pada mantan suaminya. Namun Felly yang sekarang tidak ada ubahnya seorang monster yang sewaktu-waktu bisa mencabik tubuh Daniel layaknya bongkahan daging tanpa nyawa. Begitu juga dengan tatapannya yang membuat Daniel bergidik, seperti sekarang. “Sebaiknya kau keluar, Felly.” Sebisa mungkin Daniel bersikap tenang walau ia menakuti Felly menyodorkan senjata tajam ataupun barang yang mengancam keselamatannya. Bahkan ia sadar situasi seperti inilah dengan mudah Felly bisa membunuhnya karena

