Sebuah Pengharapan

2103 Words

Malam ini angin bertiup kencang seperti malam kemarin. Petir menggelegar hebat di angkasa yang tidak lama tetesan hujan jatuh membasahi tanah kota Jakarta. Hawa dingin pun perlahan memasuki ruangan melalui ventilasi di sebuah kamar hotel. Tetapi, dinginnya udara tidak mereka rasakan ketika bibir mereka saling mengulum satu dengan yang lainnya. Entah ciuman yang ke berapa atau sudah berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk sebuah ciuman, namun yang pasti Deby membalas semua ciuman Richard dan mendengar namanya disebut. Merasakan ciuman Richard yang pernah menghiasi hari-harinya dulu, membuat Deby terlena dan tanpa sadar Richard mendorong dan menjatuhkannya ke atas ranjang. Melanjutkan ciuman itu namun kini bibirnya menyusuri leher Deby dengan kedua tangan membuka kancing midi dress ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD