Alfaro keenan "Abang,,,! Bang Faro !" Aku terlonjak begitu David meneriaki namaku. " Ya? Kenapa,udah selesai?" "Udah dari tari malahan." David memberiku kertas soal yang di isi nya. Aku mengamati jawabannya, hanya ada dua jawaban yang masih salah. "Ada dua soal yang masih salah." Aku menunjuk dua soal yang salah dengan jari telunjuk. David menunduk memperhatikan arah telunjuk, dia mengangguk dan kembali mengerjakan jawaban yang salah. Melihat bagaimana semangatnya nya David belajar,membuatku kembali teringat kondisi Alma. Setiap pagi aku hanya bisa melihat wajah muramnya, menyantap sarapan pagi tanpa minat. Jika saja dia tidak sakit, mungkin Alma akan seperti David yang selalu bersemangat jika sedang belajar. Orang tua David sangat disiplin dalam mendidik anak-anaknya, termasuk

