50

1223 Words

Suasa begitu canggung. Aruna sejak tadi terus melihat ke sekeliling, memperhatikan apa saja selain harus bertatapan dengan Wisnu yang sudah sejak tadi tersenyum ke arahnya tanpa henti. Juga genggaman tangan pria itu yang terasa kian erat tiap detiknya. Benar-benar membuat jantung Aruna seakan dipompa dua kali lebih cepat dari biasanya. "Tidak perlu dilihat sampai sebegitunya, aku tidak akan kemana-mana." Memberanikan diri, Aruna berkata. Sungguh, ia masih belum terbiasa dengan perubahan sikap Wisnu sekarang. Itu lebih ekstrem dibandingan kedekatan mereka sebelumnya. Dan jujur saja, pertahanan Aruna bisa-bisa akan goyah jika hal itu terus berlanjut. Ia masih harus memiliki kesadaran dimana dan siapa dirinya di sini. Wisnu mungkin masih di masa begitu bahagia karena apa yang dinantikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD