28

1237 Words

Salah tingkah. Wisnu mendadak tidak bisa berpikir apa yang akan dirinya katakan, lidahnya juga mendadak kelu untuk berucap. Pria itu hanya bisa diam di tempat dengan sesekali menggaruk tengkuk karena salah tingkah. Apalagi melihat bagaimana raut wajah Aruna yang jauh dari kata baik-baik saja. "Ada perlu apa?" gadis itu bertanya dengan suara lirih dan serak. Wisnu gagap sementara waktu, ia melirik ke sana ke mari berusaha mencari-cari cara supaya ia bisa menyampaikan tujuannya segera. Jujur saja ia merasa tidak enak hati dengan Aruna. "Aku sudah memesan makanan, jika kau lapar kau bisa turun ke bawah." "Ya." Sedetik kemudian pintu tertutup. Wisnu yang masih berdiri di sana hanya terdiam dengan sesekali mengedipkan mata. Sepertinya Aruna benar-benar dalam kondisi yang tidak baik, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD