Terhitung sudah empat bulan semenjak kedatangan terakhir Wisnu ke rumah kedua. Kandungan Aruna sudah mulai terbentuk, perutnya mulai membuncit layaknya wanita hamil pada umumnya. "Nungguin Wisnu?" Chandra yang kebetulan baru saja datang menegur Aruna yang saat itu tengah berdiam diri di ambang pintu utama. Wanita itu hanya tersenyum tipis. Memang, kegiatannya akhir-akhir ini jadi lebih sering berdiam diri di depan pintu utama seolah tengah menunggu kehadiran seseorang. Sebenarnya Aruna tahu, Wisnu tidak mungkin datang setelah perubahan sikapnya hari itu. Entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi jika boleh jujur Aruna merindukan pria itu. "Besok waktunya untuk USG kan?" Pertanyaan Chandra hanya dibalas anggukan oleh Aruna. Pria itu melepas dasi dan duduk si sofa. "Wisnu baik-baik saja

