64

1092 Words

Kondisi perusahaan hati itu cukup sibuk, Wisnu yang duduk di ruangannya masih sibuk bergulat dengan beberapa berkas dan juga kontrak kerja sama yang harus ia tanda tangani. Terdengar suara ketukan pintu, seorang lelaki muda dengan setelan jas rapi juga rambut klimis datang menghampiri Wisnu setelah dipersilakan masuk. "Sean?" tanya Wisnu. Sesaat kemudian dua pria itu saling berpelukan dan bercengkrama beberapa saat. "Kukira kau sudah berubah, rupanya masih sama saja. Wisnu si pekerja keras," ujarnya. Wisnu terkekeh, tidak lama kemudian ponselnya bergetar. Setelah meminta izin, Wisnu bergeser sedikit ke arah pojok ruangan dan mengangkat panggilan. "Wisnu, apa bisa sepulang dari kantor nanti kau mampir ke rumah? Aku… aku ingin es kepal." Senyum sumringah tercipta di wajah Wisnu saat t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD