- I L L A -
P r o l o g
Perkiraan BMKG hari ini benar adanya, hujan mengguyur bumi Indonesia bagian barat, tepatnya pada kota dengan luas wilayah terbesar ketiga di Indonesia. Seorang perempuan di sudut jendela kamar sedang duduk menunggu rintik air berhenti menjatuhkan diri dari langit. Perempuan itu terus menunggu hingga mengantuk, namun sebelum benar-benar tertidur, ia memilih untuk mencari earphone lalu mengotak-atik layar ponselnya mencari lagu yang ingin diputar, tangannya berhenti pada satu lagu..
“B.I ? Hanbin baru rilis lagu?” bertanya dalam pikirannya, lalu memutar lagu tersebut.
......
O haebyeoni isseo naui otsomae kkeute
Du bore heureuneun muljulgireul dakkanaen tase
O haebyeoni isseo naui nunkkori kkeute
Tteugeopge chaoreun mulbanguri seumyeodeun tase
O haebyeon
Illa illa illa illa illa
Illa illa illa illa illa
Nungae illeongineun padoe nan tto hwipsseulline
......
Sepanjang lagu, terhitung sudah delapan puluh kali kata illa dilantukan. Pengulangan kata itu telah berhasil membuatnya teringat akan seseorang. Ia segera beranjak dari kursi di sudut jendela, berjalan menuju meja belajar tempat laptopnya berada. Berkat lagu itu, sebuah tulisan yang ia simpan di salah satu folder laptop miliknya kembali terbuka setelah sekian lama. Tulisan berisi cerita yang sebenarnya belum usai dikerjakan, namun sudah bertahun-tahun tak pernah disentuh hingga nyaris lupa.
Perempuan itu memandangi layar laptopnya cukup lama, hingga akhirnya meletakkan jemarinya di papan ketik lalu melanjutkan cerita dengan rangkaian kata yang mengalir tak henti-hentinya seperti hujan yang masih saja turun bahkan semakin deras membasahi bumi.
Tidak terasa sudah hampir dua jam kebersamaanya dengan cerita yang ia rangkai, bahkan air hujan sudah tidak lagi menetes. Perempuan itu tersenyum bangga seolah baru saja menyelesaikan misi negara, padahal ia hanya berhasil menuntaskan sepenggal cerita saja.
Demikian akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan cerita itu perlahan-lahan setiap hari, mengajak dirinya kembali ke masa remaja penuh warna yang dia rangkum dalam sebuah tulisan.
Dia menamai sepenggal tulisan tadi dengan judul “i l l a – 1”
✿✿✿✿✿✿
Selamat Datang di ceritanya Lana, ILLA.
Hai, Ini aku. Penulis baru yang masih amatir, perlu dukungan, kritik dan saran dari kamu.
Senang dan khawatir adalah perasaan yang sedang menggerogotiku akhir-akhir ini.
Senang, akhirnya aku berani mengenalkan ‘I L L A” ke dunia.
Khawatir, bila-bila pembaca tidak menyukai tulisanku, pun sedikit takut bila tulisanku tidak menarik.
Berharap sekali agar hari ini kalian menggenggamku sambil memberi kekuatan agar jemariku terus menari indah merangkai ceritanya Lana, “I L L A”
Terima kasih sudah berkunjung, semoga kalian menetap bersamaku.
Teriring salam hangat,
Lorenza Hae