2022 : Undangan

2014 Words

"Tumbeeen. Biasanya suka gak mau kalo aku tawarin." Ia terkekeh. Sepertinya, ia harus memulai berbisnis lagi setelah sekian tahun terpaksa ditinggalkan demi mengurus anak-anak. Ya kadang pengorbanan itu harus mengenyampingkan hal lain. Toh ia berpikir kala itu, ia masih bisa hidup dengan suaminya. Namun akhir-akhir ini rasanya tak bisa memakai ide itu lagi. Ia sudah mulai lelah. "Dari aku nanti, aku kasih diskon loh." "Gak usah lah, Ya. Harga normal aja. Toh itu juga udah gede." Tiara terkekeh. Perempuan ini adalah reseller terbarunya. Ia kan punya beberapa baju yang memang sengaja dijual terbatas. Selain memang produksinya juga memakan waktu yang lama. Tas desainnya juga begitu. Tak kalah saing dengan produk-produk asing yang sudah lama berjajar di luar sana. Harganya juga ratusan. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD