88. Kau Adalah Obatnya

2168 Words

“Bisakah kau duduk dengan tenang, Em? Aku pusing melihatmu mondar mandir sejak tadi.” Emily menatap Jasmine yang duduk dengan tenang di depan ruang tunggu, mendesah, lalu kembali berjalan bolak balik di koridor sempit itu. Ia tidak akan bisa tenang sebelum melihat Adrian kembali bersamanya. Sudah beberapa menit berlalu, dan pria itu masih belum keluar dari ruang pemeriksaan. Emily, atau yang lainnya, tidak diijinkan masuk untuk melihat bagaimana Adrian diperiksa. Lalu bagaimana Emily bisa duduk dengan tenang sekarang? Bisa dibilang hari ini akan menjadi titik balik dari kondisi Adrian ke depannya. Jika dokter mengatakan sesuatu yang buruk, maka impian mereka, impian Adrian lebih tepatnya, kemungkinan besar akan hancur. Dan Emily tidak ingin melihat hidup Adrian hancur karena apa yang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD