16. Terima Nasib dan Jalani

2091 Words

Pagi itu, Emily bangun ketika keadaan di luar jendela kamarnya masih sangat gelap. Bahkan sebenarnya, Emily tidak bisa tidur dengan nyenyak sejak ia naik ke kamarnya setelah makan malam usai. Ia mencoba menyibukkan diri dengan membongkar koper, membaca beberapa novel yang ia bawa, merapikan tempat tidur, tetapi hal itu tidak membuatnya kelelahan dan jatuh tertidur dengan nyenyak. Ia melirik jam di meja dan melihat jika saat itu masih pukul empat pagi. Sepagi ini, dan ia tidak merasa mengantuk sama sekali meskipun malam sebelumnya ia sering sekali terbangun? Sial! Ia pasti sudah gila. Bagaimana jika siang nanti ia mengantuk dan tidak bisa bekerja? Di Ohio, ia bisa saja tidak tidur semalaman, dan tidak perlu merasa gelisah karena ia bisa mengganti waktu tidur itu di siang harinya. Namun, h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD