“Apa yang Kakak katakan padanya????” Kepala Adrian yang sudah sakit sejak pagi, menjadi semakin berdenyut karena teriakan adiknya itu. Ia tidak tidur semalaman karena memikirkan pembicaraannya dengan Emily sehingga sekarang kepalanya terasa begitu berat. Sedikit teriakan saja sudah membuatnya merasakan seolah kepalanya baru saja dilindas truk. Adrian bisa saja berkata dirinya tidak enak badan dan tetap berdiam diri di kamarnya. Namun, setelah itu apa? Berdiam diri hanya akan membuatnya terus memikirkan apa yang semalam terjadi, dan hal itu jelas akan membuatnya semakin merasa bersalah. Pada siapa? Tentu saja pada Emily. Dengan bekerja, Adrian berharap bisa melupakan semuanya, dan terutama melupakan perkataannya pada Emily. Bagaimana mungkin ia bisa menjadi seseorang yang sejahat itu? E

