Jasmine tersenyum saat melihat Emily diseret ke sana kemari oleh ayahnya dan dikenalkan kepada seluruh undangan pria itu. Upayanya berhasil untuk membuat gadis itu menjadi bintang utama di pesta ini. Para wanita hampir selalu berdecak iri saat melihat Emily, dan para pria tidak bisa mengalihkan mata mereka dari kecantikan yang dipancarkan Emily. Ia yakin jika beberapa dari mereka merasa menyesal karena tidak lebih dulu mengenal Emily, dan menjadikan gadis itu kekasih mereka. Emily memang terlahir cantik dan luar biasa meskipun dalam kesehariannya, gadis itu tidak pernah merias wajahnya. Ia tahu tidak butuh banyak usaha untuk merias Emily karena sahabatnya itu sendiri sudah sempurna. Orang yang mendandani mereka hari ini bahkan berkata jika dirinya tidak pernah bertemu dengan pemilik kulit

