128. Every Cloud Has A Silver Lining

2142 Words

Saat memasuki kamar rawat Andrea, wanita itu sedang duduk bersandar di ranjangnya sambil menyantap sepotong roti panggang. Andrea tersenyum menatap Adrian dan menyuruhnya masuk dengan bersemangat. Meskipun wajahnya masih tampak pucat, tetapi sedikit rona sudah menghiasi pipinya. Andrea jelas sudah jauh lebih baik daripada saat dibawa kemari dalam keadaan sepucat mayat. Adrian berdiri dengan ragu di depan pintu selama sejenak, sebelum akhirnya melangkahkan kaki mendekati ranjang Andrea. Di hadapan wanita itu, terdapat meja dengan berbagai roti panggang, roti isi, dan juga sandwich. Secangkir teh mengepulkan asap di samping piring yang berisi makanan tersebut, dan Adrian merasa perutnya bergemuruh lapar. “Aku yakin kau butuh kopi.” Andrea menggerakkan kepalanya ke arah meja. “Kopi Nancy ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD