Pertama-tama, Emily merasa marah saat mendengar penolakan Adrian untuk b******a dengannya. Ia sudah memikirkan kemungkinan itu sejak bibir mereka bersentuhan dengan lebih intim daripada biasanya. Ciuman kali ini berbeda. Lebih dalam dan begitu penuh hasrat. Emily merasakan seluruh syaraf di tubuhnya berkedut nyeri dan penuh antisipasi ketika Adrian meremas erat pinggulnya. Emily ingin Adrian menyentuh seluruh tubuhnya. Kulit bersentuhan dengan kulit. Tanpa penghalang apapun. Saling menyatu dan memadamkan hasrat yang membakar seluruh tubuhnya. Emily ingin Adrian membawanya kepada pengalaman b******a yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia ingin meneriakkan nama pria itu ketika ia mencapai pelepasan pertamanya setelah delapan belas tahun dirinya hidup. Dengan begitu, ada kemungkinan ji

