144. Pulang

1834 Words

“Apa kita benar-benar harus pulang?” Emily menatap koper-kopernya yang sudah berjajar di lantai dan mendesah sekali lagi, untuk ke beberapa kalinya selama tiga menit, kemudian memandang rumah yang telah mereka tinggali selama dua minggu itu. Tempat itu telah memberikan begitu banyak hal yang tidak pernah Emily duga sebelumnya. Kehidupan awal pernikahan yang tidak pernah ia impikan akan seindah ini. Kebahagiaannya karena menjalani hari-hari yang luar biasa bersama Adrian. Dan yang utama, bisa b******a dengan pria itu kapanpun yang mereka inginkan. Siapa yang menyangka jika b******a dengan suaminya terasa benar-benar luar biasa? Tidak peduli sebanyak apapun mereka menyatukan diri, nyatanya hasrat itu tidak pernah benar-benar mau pergi. Justru, rasanya semakin hari semakin membesar. Seakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD