Emily tidak tahu apa yang terjadi karena saat itu fokusnya hanyalah Adrian dan ayahnya yang sedang menuju ke halaman dalam keadaan marah. Emily tidak ingin terjadi sesuatu kepada Adrian. Dan karena ia tahu jika ayahnya adalah pria yang temperamental, Emily mencoba mengikuti mereka untuk melihat kapan saatnya ia harus memisahkan mereka berdua. Ia masih mengamati dari balik pintu, berharap jika mereka berdua hanya akan bicara dan bukannya saling baku hantam karena jika itu terjadi, Emily yakin jika Adrian tidak akan melawan. Saat itu, ia terlalu fokus pada mereka dan sama sekali lupa tentang ibunya. Emily hanya mendengar suara berdebum keras, dan ketika ia menoleh, Mom sudah jatuh terduduk di lantai. Apa yang membuatnya menjerit ketakutan adalah darah yang mengalir dari kedua paha Mom. D

