117. Hampir Terjadi

1033 Words

“Dorong aku, Em,” bisik Adrian parau saat tangannya meremas rambut Emily. “Hentikan aku.” Namun bahkan ketika Adrian mengatakan hal tersebut, bibir pria itu terus menjelajahi seluruh wajah Emily, menciumi kulitnya dengan napas tersengal dan cengkeraman yang semakin kuat di pinggul. Cengkeraman yang mungkin saja akan menyakitkan jika ia sendiri juga sedang tidak b*******h. Emily mundur hanya untuk menatap Adrian dengan pasrah dan berbisik, “aku tidak bisa.” Meskipun rasanya menakutkan, Emily sadar jika ia sangat menginginkan Adrian dan semua gairah yang pria itu rasakan untuknya. Ia sudah menunggu saat-saat seperti ini semenjak Adrian menciumnya untuk pertama kali, dan kali ini Emily jelas tidak akan mundur apalagi mendorong pria itu untuk berhenti. Persetan dengan moral atau janji yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD