Embun diperbolehkan Pulang

1002 Words

“Bu Asih nginep di sini? Atau gimana?” tanya Embun. “Ibu pulang, ya, Nak? Maafin Ibu nggak bisa nunggu kamu sampai kamu benar-benar pulih. Di panti nggak bisa Ibu tinggal sampai berhari-hari.” Bu Asih menatap Embun dengan rasa bersalah. “Iya, Bu nggak apa-apa. Di panti lebih membutuhkan Ibu. Lagian Embun di sini ada Hilya dan Mas Tama. Mereka sayang pada Embun. Bu Asih nggak salah merekomendasikan Hilya untuk dijadikan adik madu Embun, dia benar-benar sayang pada Embun, Bu.” Embun tersenyum lalu menoleh pada Hilya. Hilya yang dipuji Embun merasa tak enak. Hilya merasa bersalah pada Embun, karena kadang timbul rasa iri dan dengki pada Embun, karena Embun begitu disayang oleh Adhitama. Sementara Hilya tidak. Padahal Embun sama sekali tak punya pikiran jelek tentangnya. Embun tulus menyaya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD