Embun pun tidak jadi menginap di panti selama satu minggu. Baru dua hari Embun memutuskan untuk pulang. Embun sudah kangen pada Adhitama. Setelah berpamitan pada Bu Asih, Embun pun melangkah keluar. Di luar taksi pesanannya sudah datang. Embun segera masuk. Setelah itu sang sopir pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sang sopir tak perlu bertanya tujuan Embun, karena taksi langganan Embun dan sudah tahu di mana alamat Embun. Tak perlu menunggu waktu lama, Embun tibalah di rumahnya. Dia memasuki halaman rumahnya, lalu segera masuk ke rumah. Setelah memencet bel, tak lama pintu rumahnya pun terbuka. Mbak Mirna yang membukakannya. “Mbak sudah di sini ternyata,” ucap Embun pada Mbak Mirna. “Iya, Mbak, tadi ditelepon Mbak Hilya supaya ke sini pagi-pagi.” Mbak Mirna tersenyum pada E

