Kabar Bahagia

1012 Words

Seharian Hilya hanya tiduran, setiap kali bangun selalu muntah. Disuapi nasi juga muntah. Embun bingung karena diajak periksa, Hilya juga tak mau. Wajahnya sangat pucat membuat Embun sangat khawatir. Perut Hilya juga hanya terisi bubur, karena tak bisa diisi selain bubur, pasti muntah. Kemudian, terdengar suara langkah mendekat ke kamar Hilya. Saat sudah dekat, Embun menoleh ternyata Adhitama. Saat masuk dan melihat ada Embun di kamar Hilya, Adhitama seperti kaget. Lalu, melihat ke arah Hilya yang sedang berbaring. Adhitama langsung berjalan dengan cepat dan mendekat ke arah Hilya. “Hilya kenapa? Sakit?” tanya Adhitama sambil memegang tangan Hilya membuat Embun semakin cemburu. “Iya, Mas, dari tadi muntah-muntah,” sahut Embun. Embun dan Adhitama sekarang seperti orang asing yang jarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD