Embun benar-benar tersiksa dengan kemesraan yang terjadi di antara Hilya dan Adhitama. Embun tak sanggup melihatnya setiap hari. Ditambah lagi jika Bu Retno datang ke rumah mereka, maka Embun akan tersiksa dua kali. Tekanan dan sindiran dari metuanya yang sungguh membuat Embun harus menahan rasa sakit. Seperti pagi ini, Embun bangun terlambat karena memang semalaman tidak bisa tidur. Kepalanya pusing. Dia memikirkan tentang Adhitama. Perubahan sikap Adhitama pada Embu membuat Embun tak bisa berpikir jernih. Embun kaget saat dia keluar kamar, di ruang tengah ternyata ada Bu Retno. Dia sedang bercengkerama dengan Hilya. Bu Retno menatap Embun dengan sinis. “Ternyata ini ya kelakuan istri kesayangan Tama. Suami sudah berangkat kerja baru bangun. Untung nggak diceraikan.” Bu Retno berkata

