18

1950 Words

Setelah selesai makan malam, Jino dan Ana memilih langsung pulang. Kereta hampir berangkat, dan penumpang mulai memadati setiap gerbong kereta. Jino meraih tangan Ana, kemudian ia mengajak berlari Ana agar tidak ketinggalan kereta. Beruntung Ana sekarang sudah terbiasa berlari, jadi ia baik-baik saja saat Jino mengajaknya untuk lari. Mata Jino melebar melihat setiap gerbong sudah penuh, dan pintu hampir ditutup. Jino langsung mengangkat Ana dan mendorongnya masuk ke dalam kereta, sebelum akhirnya ia ikut masuk bertepatan dengan pintu yang sedang bergeser hendak menutup, membuat sebagian tubuh Jino sempat terjepit, tapi untungnya kemudian penumpang lain segera menarik Jino ke dalam kereta. "Kamu gak papakan?" tanya Ana. Jino memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan nafasnya yang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD