Ana tengah sibuk mencuci pakaian saat ini, sebenarnya hanya tinggal mengeringkannya, karena yang mencuci Jino. Jino memang akhir-akhir ini lebih sering di rumah, karena mual-mualnya parah bahkan sampai jadi sulit makan. Tapi di rumah, Jino bukannya istirahat, malah mengerjakan pekerjaan rumah. Karena Ana masih hamil muda, Jino tidak mau Ana kelelahan. Ana sebenarnya tidak tega dengan kondisi Jino, tapi mau bagaimana lagi? Tiba-tiba Ana mendengar Jino menangis di ruang tengah sembari memanggilnya. "Anaaa!!! Hwaaaa..." Ana langsung keluar dari ruang cuci, dan berlari ke ruang tengah. Sesampainya di sana, ia menemukan Jino dengan posisi bersujud di atas sofa sembari memegangi perutnya. "Kenapa?" tanya Ana khawatir. "Sakit perut, perutnya perih, melilittt..." keluh Jino. "Itu karena ka

