11

1369 Words

"Aaaaaa!!!-" Ana menutup mulut Jino, tapi bukannya kesal, Jino kemudian malah melompat-lompat di belakang Ana sembari menggeret koper, memasuki rumah baru mereka. Jino bukan hanya naik jabatan, tapi sebagian warisan juga diserahkan padanya, meskipun tentu saja warisan untuk Ana jauh lebih besar, dan masih ada sisa warisan lagi nanti untuk anak Jino dan Ana. Warisan tidak hanya dari orang tua Ana, tapi dari orang tua Jino juga. Orang tua Jino memang cukup kaya, tapi Jino dididik cukup keras. Bahkan Jino tidak boleh beli rumah dari hasil warisan, tapi dia disuruh menabung dari gajinya. "Mantap gak rumahnya?" tanya Jino dengan semangatnya, dia bertanya sambil melompat kesana-kemari. "Hiyaaa... Na, Na, liat Na! Aku bisa lompat dari sini!" Jino kemudian melompati pagar tangga dari anak tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD