"Na," panggil Jino disela aktifitas sarapan. Ana menyahut panggilan Jino dengan melirik ke arahnya. "Kamu dateng bulannya gak teratur ya?" Ana seketika terbatuk, membuat Jino panik. Buru-buru ia mengambilkan air mineral untuk Ana, Ana dengan cepat menegaknya hingga habis. Setelah Ana sudah merasa lebih baik, ia menghela nafas. "Kok tau?" "Ya taulah, gak akan ada yang bisa kamu sembunyiin dari aku, meskipun kamu berusaha nutupin." Ana menundukan kepalanya sejenak, kemudian menggaruk kepalanya. "Maaf ya Jin, bukannya maksud nutupin, tapi... aku ngerasa gak penting aja buat dikasih tau." "Gak penting kamu bilang? Itu jelas penting, kalau kita ada rencana mau punya anak gimana? Kan susah kalau dateng bulannya gak teratur gitu. Pola hidup kamu gimana sampe dateng bulannya gak teratur? Dit

