"Kenapa Lucas,bisa sebodoh itu bukannya, dia pintar menjalankan misinya dengan mudah" ucap Alvenandra dengan keras.
" Apa gara-gara cintanya Ke Violincia anak Bimantara , atau siapa itu namanya membuat dia buta ,dan lupa dengan tugasnya " ucap Alvenandra sambil mengambil selembar roti sambil mengolesi roti itu dengan sambal yang di kiranya selai Strawberry itu .
" Tuan -tuan jangan mengolesi rotinya dengan
itu " Ucap salah satu pelayannya itu, sambil mencegah tuan nya agar tidak memakan roti selai sambal itu .
"Diam ,kalian jangan berbicara " Ucap Alvenandra sambil memakan Roti selai sambal itu.
" Huwaa, ahh, air mana air " Ucap Alvenandra dengan muka yang tampak kepedasan itu, karena di tidak terlalu suka pedas itu.
"Ini tuan minumnya ,minum dulu tuan " ucap salah satu pelayanya itu,sambil menuangkan minuman untuk Alvenandra.
" Sial ,bodoh kalian mengapa tidak memberitahu saya, kalo ini tidak selai tapi sambal.... "Ucap Alvenandra dengan kesal itu.
"Dasar ,tuan g****k kan sudah aku kasih tau ,bilangnya gak di kasih tau b***t kali ya ". Ucap salah satu pelayan di dalam hatinya, karena kesal.
"Sudah -sudah saya ingin ke atas " Ucap Alvenandra yang menuju menaiki tangga itu dengan marah-marah.
"Iyah, tuan " ucap semua pelayan dengan serentak .
Sementara itu semua orang telah mengetahui Lucas Alvanendra Yang telah menjalani hukuman untuk mempertanggung jawabkan kesalahanya, tentu untuk kriminal sepertinya tak akan mudah untuk Lepas dari sel jeruji penjara . Ayah Dari Lucas Alvanendra mencoba untuk membebaskan Lucas dan menemui Lucas, Tetapi tidak ada yang mengijinkan Alvanendra untuk menemui putranya, Dengan kegigihan Alvanendra sedang membuat strategi yang bisa menglabuhi polisi ,untuk membebaskan Lucas...
Part 5. Epidode 5
" Dimana Lucas saya ingin Menemuinya". Ucap Alvanendra kepada polisi tetapi polisi tidak mengijinkanya dengan alasan sedang proses hukum.
" Maaf tuan,tuan Tidak bisa menemui Lucas Alvenandra karena proses hukum sedang berjalan ". Ucap polisi kepada Alvenandra .
"Kamu mau ini kan, ambil sesukamu, butuh berapa " ucap Alvenandra yang mengambil beberapa uang, yang berniat menyogok polisi itu.
"Maap tuan, saya tidak menerima sogokan, saya ber kerja dengan jujur " ucap Polisi itu yang menolak uang sogokan dari Alvenandra.
Alvenandra pun langsung mengembalikan uang, itu ke sakunya, lalu pergi begitu saja, menuju kemobil pribadinya itu.
Sementara itu kembali ke kediaman Keluarga Bimantara .
Violincia yang sedang di kamar itu, merindukan Lucas kekasihnya ,hanya ingin bertemu dengan Lucas dan memastikan Lucas baik-baik saja di sana .
Sambil menatap dinding-dinding kamarnya yang di penuhi poto Lucas , maupun sendiri atau pun poto berdua Lucas dengan Violincia .
Violincia Mengingat bahwa Lucas pernah bilang
"Don't ever fell alone , because I'm always in
Your heart " Ucap Lucas dulu dengan menatap wajah Violincia dan menyakinkan Violincia agar tak pernah merasa sendiri .
Dengan tersenyum, yang hampir meneteskan air mata itu ,Violincia pun langsung mengusap air matanya yang hampir jatuh itu.
" Sudahlah aku percaya bahwa Lucas baik - baik saja disana ". Ucap Violincia untuk meyakinkan dirinya.
Jam dinding sudah menunjukan jam 3 sore, perlahan lahan Violincia berdiri dari ranjangnya dan Turun kelantai dasar untuk menemui Levi, setelah sampai dilantai dasar Violincia kelihatan memanggil Levi .
" Di mana Levi ". Tanya Violincia ke pelayan rumahnya.
" Levi sedang berada di belakang nona, sebentar saya panggilkan ". Ucap pelayan Violincia yang lain .
" Baiklah suruh Levi menemui saya , saya tunggu di ruang tamu sekarang juga ". Ucap Violincia .
" Baiklah nona ". Ucap pelayannya dan segera pergi untuk memanggil Levi .
" Iyah, nona apakah anda membutuhkan bantuan saya ". Ucap Levi kepada Violincia dengan menundukan kepalanya.
" Levi, dimana Ayah ? ". Ucap Violincia bertanya kepada Levi.
" Saya tidak tau nona " . Ucap Levi kepada Violincia .
" Kamu kan asisten kepercayaan ayah masa kamu tidak tau ayah dimana ". Ucap Violincia menggertak Levi.
" Mungkin Tuan Sedang di perusahaan Nona". Ucap Levi kepada Violincia.
"soalnya saya dengar - dengar Tuan sedang ada pertemuan dengan kolega penting ". Ucap Levi memberitahu Violincia .
"Levi, apakah kalo saya menemui ayah apakah dia tidak akan marah ". Ucap Violincia kepada Levi.
"Mungkin tidak nona, karena kan nona anak tersayang tuan mana mungkin tuan marah kepada nona ". Ucap Levi meyakinkan Violincia.
" Baiklah Levi, sekarang ikut saya keperusahaan ayah Dan panggilkan mobil untuk kita bawa pergi kesana ". Ucap Violincia dengan tersenyum.
" Dimana Lucas saya ingin Menemuinya". Ucap Alvanendra kepada polisi tetapi polisi tidak mengijinkanya dengan alasan sedang proses hukum.
" Maaf tuan,tuan Tidak bisa menemui Lucas Alvenandra karena proses hukum sedang berjalan ". Ucap polisi kepada Alvenandra .
"Kamu mau ini kan, ambil sesukamu, butuh berapa " ucap Alvenandra yang mengambil beberapa uang, yang berniat menyogok polisi itu.
"Maap tuan, saya tidak menerima sogokan, saya ber kerja dengan jujur " ucap Polisi itu yang menolak uang sogokan dari Alvenandra.
Alvenandra pun langsung mengembalikan uang, itu ke sakunya, lalu pergi begitu saja, menuju kemobil pribadinya itu.
Sementara itu kembali ke kediaman Keluarga Bimantara .
Violincia yang sedang di kamar itu, merindukan Lucas kekasihnya ,hanya ingin bertemu dengan Lucas dan memastikan Lucas baik-baik saja di sana .
Sambil menatap dinding-dinding kamarnya yang di penuhi poto Lucas , maupun sendiri atau pun poto berdua Lucas dengan Violincia .
Violincia Mengingat bahwa Lucas pernah bilang
"Don't ever fell alone , because I'm always in
Your heart " Ucap Lucas dulu dengan menatap wajah Violincia dan menyakinkan Violincia agar tak pernah merasa sendiri .
Dengan tersenyum, yang hampir meneteskan air mata itu ,Violincia pun langsung mengusap air matanya yang hampir jatuh itu.
" Sudahlah aku percaya bahwa Lucas baik - baik saja disana ". Ucap Violincia untuk meyakinkan dirinya.
Jam dinding sudah menunjukan jam 3 sore, perlahan lahan Violincia berdiri dari ranjangnya dan Turun kelantai dasar untuk menemui Levi, setelah sampai dilantai dasar Violincia kelihatan memanggil Levi .
" Di mana Levi ". Tanya Violincia ke pelayan rumahnya... !
" Levi sedang berada di belakang, nona, sebentar saya panggilkan ". Ucap pelayan Violincia yang lain .
" Baiklah suruh Levi menemui saya , saya tunggu di ruang tamu sekarang juga ". Ucap Violincia .
" Baiklah nona ". Ucap pelayannya dan segera pergi untuk memanggil Levi .
" Iyah, nona apakah anda membutuhkan bantuan saya ". Ucap Levi kepada Violincia dengan menundukan kepalanya.
" Levi, dimana Ayah ? ". Ucap Violincia bertanya kepada Levi.
" Saya tidak tau nona " . Ucap Levi kepada Violincia .
" Kamu kan asisten kepercayaan ayah masa kamu tidak tau ayah dimana ". Ucap Violincia menggertak Levi.
" Mungkin Tuan Sedang di perusahaan Nona". Ucap Levi kepada Violincia.
"soalnya saya dengar - dengar Tuan sedang ada pertemuan dengan kolega penting ". Ucap Levi memberitahu Violincia .
"Levi, apakah kalo saya menemui ayah apakah dia tidak akan marah ". Ucap Violincia kepada Levi.
"Mungkin tidak nona, karena kan nona anak tersayang tuan mana mungkin tuan marah kepada nona ". Ucap Levi meyakinkan Violincia.
" Baiklah Levi, sekarang ikut saya keperusahaan ayah Dan panggilkan mobil untuk kita bawa pergi kesana ". Ucap Violincia dengan tersenyum.
"Siap ,nona perintah segera di laksanakan "
Ucap Levi sambil tersenyum ceria dan langsung pergi memanggil salah satu penjaga untuk mengambilkan mobil dan mengantarnya dan Violincia untuk pergi ke perusahaan Bimantara.
Mereka menunggu mobil itu, dengan kesal karena lama sekali.
"Mana si bi Levi, lama banget si kok mobilnya gak kesini -sini" kata Violincia yang kepanasan itu, karena menunggu mobil yang terllau lama .
"Saya, samperin dulu ,non mungkin supirnya ketiduran heheh "gegas Levi dengan wajah kesal.
"Bisa aja si bi Levi, hehehe "ucap Violincia sambil mencubit hidung Levi.
"Sabar, bi jangan marah-marah nanti cantiknya hilang loh" ucap Violincia sambil menggoda Levi.
"Hahaha, siap non perintah di laksanakan " katanya sambil tersenyum.
Dan Levi pun ingin memanggil Supirnya ,tapi tidak lama mobilnya sudah datang, dan berhenti.
"Ini apa mobilnya, bikin kesel aja sihh" ucap Levi sambil marah-marah.
"etsss-etsss jangan marah -marah sabar bi " Kata Violincia yang menggoda Levi kembali.
Violincia dan Levi pun memasuki memasuki mobil
"Silahkan ,nona masuk " ucap Levi sambil membukakan pintu mobil untuk Violincia.
"Terimakasi bi Levi tak usah repot-repot" ucap Violincia sambil memasuki mobil .
"Iyah non " kata Levi sambil tersenyum ramah.
Mereka pun memasuki mobil .
Dan mobil pun berjalan dengan kecepatan normal.
Sambil Violincia dan Levi yang berbincang-bincang.