"Memang ada perlu apa ya, non tumben menemui tuan, sampai harus kekantor ,apa ada urusan yang sangat pentung non? " . Tanya Levi yang agak kepo itu.
"Tidak ,bi Levi hanya urusan biasa kok, saya hanya ingin main karena bosen di rumah ,bi " ucap Violincia . "Kan nona memang tidak pernah keluar rumah kenapa bosan ".Kan saya juga pengen kaya yang lain Leviiii ".ucap Violincia sambil meringis.
Lucas pernah berkata, padanya saat melatih Violincia taekwondo. "Banyak yang menginginkanmu baby ". Ucapnya Sambil mencubit hidup Violincia yang mungil itu sambil menangkis tubuh Violincia yang kekurangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Violincia tersenyum mengingat kejadian, dimana dia bisa bersama-sama dengan Lucas saling canda tawa.
Dia mengingatnya dengan melamun dan senyam-senyum sendiri.
"non ,nona ,nonaaaa, sudah sampai non ,ayo turun " ucap Levi sambil melambaikan tangan nya tepat di hadapan Violincia.
"Apaan, si bi ,bikin kaget saja ,iyah aku turun " ucap Violincia yang tersenyum-senyum.
"Apa jangan -jangan Non Violincia sedang jatuh cintaaa yaa" ucap Levi yang menggoda Violincia .
"usssstttt, " ucap Violincia sambil menahan mulut Levi berbicara.
"Bisa, aja ih bi Levi "ucap Violincia yang mencolek pipi Levi itu, sambil menggoda nya balik.
"Yah sudah non ayo turun "kata Levi sambil membuka pintu mobil"
"Makasi Levi yang cantik "kata Violincia sambil tersenyum dan menuruni mobil.
Mereka berdua pun berjalan menuju tempat reprosonis.
"Apa tuan ,Bimantara ada di ruanganya, saya ingin bertemu dengannya "ucap Violincia kepada resepsionis .
"Maaf, Tuan Bimantara tidak mengijinkan anda untuk masuk . Ucap resepsionis
"Lah, kamu tidak tau saya siapa yah ".Ucap Violincia kesal kepada resepsionis nya.
" yah saya tau anda siapa tapi ini perintah dari tuan Bimantara sendiri ".ucap resepsionis
" Levi kenapa ayah tidak mengijinkan saya untuk masuk ." ucap Violincia kepada Levi .
" Saya juga tidak tau nona, bentar saya menghubungi Tuan dahulu. " ucap Levi sambil menelvon Bimantara.
Violincia terpikir apakah ayahnya menyembunyikan sesuatu darinya ,mungkiin sesuatu yang sangat penting, tetapi apa hingga anaknya sendiri tidak dijinkan menemuinya diperusahaanya sendiri ,pikir Violincia dengan heran .
"Aku ,harus mencari tahu, apa yang selama ini ayah sembunyikan dariku ,"Uncap Violincia Di dalam benaknya.
"Tuan ,saya Dan Nona violincia Ada Di bawah,di tempat repsesonis ,tapi mengapa tuan tidak, mengijinkan non Violincia masuk ,mungkin ada urusan penting, tuan" Ucap Levi yang menelpon Bimantara.
"Ajak,Violincia pulang Sekarang Levi".ucap Bimantara ,Sambil mematikan telponya ,Dan berdiri menuju,pintu keluar.
"Apa yang di sembuyikan tuan, si " ucap Levi dalam benaknya.
"Kita di suruh ,pulang Tuan,non saya gak tau alesanya apa" Kata Levi.
"Sudahlah Levi saya mau keruangan ayah, apa si yang Selama ayah sembunyikan dari putri nya sendiri " ucap Violincia sambil menghentakan kaki menuju Live.
Tapi ada seseorang yang keluar dari Live ,ya itu Bimantara .
" Pulang! Kenapa kamu kesini ayah tidak pernah ,menyuruh kamu ke perusahaan ayah ".
ucap Bimantara sambil menunjuk Jarinya ke Violincia,yang berarti dia sedang marah, Karena perintahnya di langgar.
"Saya,tidak suka perintah saya di langgar,bila
Saya suruh pulang, ya pulang sekarang.Levi bawa Violincia pulang" Ucapnya sambil marah-marah.
"Baik,tuan perintah dilaksanakan " balas Levi.
Mereka berdua pun berjalan menuju Mobil , yang berada tepat di depan perusahaan ,sambil Levi merangkul Violincia mengajaknya tuk pulang.
" Tidak,saya tidak mau ,pulang saya hanya ingin main keperusahaan ayah tapi Kenapa selalu dilarang ini itu semua tidak boleh " ucap Violincia.
"Saya tidak seperti Anjing peliharaan , yang selalu menurut kepada ,majikanya saya juga ingin kebebasan " bales Violincia yang menangis sedu.
Semua,orang yang disana hanya terdiam ,Kecuali Bimantara yang tersenyum sinis ,bagi Bimantara
itu sangat mempermalukan nya .Dan menginjak-nginjak harga dirinya di depan
semua bawahanya Dan kolega-kolega pentingnya.
"Sudah tidak usah memainkan drama disini putriku , Lain Kali Kamu belajar akting di studio Saja ". Ucap Bimantara kepada putrinya .
" haha haha, Maafkan putri saya ,pak putri saya hanya belajar akting ,dia memang seperti itu ,tidak pernah memandang tempat jika
berlatih " ucap Bimantara yang mengelus-elus rambut putrinya, dan melanjutkan dramanya.
"Sudah ayo Kita pulang ,berlatih drama nanti di rumah saja putriku" ucapnya sambil menarik tangan putrinya dengan erat sehingga tangan Violincia kesakitan .
Dengan terpaksa , Violincia menuruti perintah ayahnya karena merasakan kesakitan ,Sambil mengepal satu tangannya yang tidak di Pegang Bimantara.
Setelah sampai di rumah .
Violincia terus berlari sambil menangis menuju kamarnya yang berada di lantai atas.
"Kenapa, tuan memperlakukan Violincia begitu tuan, maap jika saya lancang, ikut campur urusan tuan ".ucap Levi.
Sementara itu Bimantara hanya diam dan meninggalkan Levi, dan memasuki ruang kerjanya.
Dan Violincia memilih sendiri di kamar dan menangis " Andai kamu ada di sini , pasti kamu tidak akan membiarkanku di sakiti ".
Dan benar saja keesokan harinya Violincia mendapatkan kabar Dari pengawal ayahnya, bahwa ayahnya telah diserang oleh musuh ketika Sedang berada di perjalanan menuju
perusahaannya.
Setelah mendapat kabar itu Violincia terkejut segera beranjak dari ranjangnya dan turun untuk menemui Ayahnya .
" dimana ayah berada, Levi ?".tanya Violincia kepada Levi .
Dengan gugup Levi menjawab pertanyaan Violincia . " eemmm Tuan sedang berada di ruang kerjanya nona ". Ucap Levi
" Apakah kau sudah membersihkan Luka Ayah ,Levi ? ". Tanya Violincia .
" Sudah nona ". Ucap Levi
" Baiklah saya ke ruang kerja Ayah dulu , saya ingin Liat kondisi Ayah, Levi. " ucap Violincia
" Tapi nona apa tidak makan dahulu, saya sudah siapkan hidangan untuk nona ". Ucap Levi.
" Tidak Levi Nanti saja. " ucap Violincia sambil berlari menuju ruang kerja ayahnya.
"Apakah Ayah baik - baik saja ". Ucap Violincia dengan cemas .
" Tentu saja Ayah baik-baik saja putriku".Ucap Bimantara sambil mengelus rambut putrinya.
"Tetapi, Ayah itu wajah ayah berdarah". Ucap Violincia dengan cemas.
" biar Violincia membantu Ayah untuk membersihkan luka, ayah, Takutnya nanti inveksi . " Ucap Violincia sambil memegang kotak obat yang diraihnya dari laci ruang kerja ayahnya.
" Okeyy baiklah " Ucap Bimantara, sambil mencium kening putrinya itu.
Setelah Violincia mengobati Luka Ayahnya Violincia bertanya pada ayahnya .
" ayah memang siapa yang sudah berani melukai ayah ".
"Dan juga Bagaimana ceritanya yah ". Tanya Violincia penasaran .
Tetapi ayahnya tidak menjawab pertanyaan darinya karena Bimantara sendiri pun tidak mengetahui siapa yang telah menyerangnya , dia hanya berfikir musuhnya banyak mungkin salah satu dari koleganya .
ᴘᴀʀᴛ 10
" Ini sudah biasa sayang ,pasti cuman ancaman kecil dari kolega Ayah ." Ucap Bimantara dengan santai menjelaskan kepada putrinya .
" Baiklah ayah ". Ucap Violincia meskipun ragu dengan jawaban ayahnya .
Setelah itu Violincia turun kelantai dasar untuk memakan Hidangan yang sudah disiapkan pelayanya dari tadi .
" Silahkan duduk nona ". Ucap Levi sambil mempersilahkan Violincia untuk duduk dan menghidangkan makanan untuknya .
" baik lah nona, kalau seperti itu saya kebelakang dahulu , silahkan nona habiskan makanan nona ". Ucap Levi
"Tidak Levi , Saya ingin Kamu menemani saya untuk makan ,karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan " . Ucap Violincia sambil menahan Levi agar tidak pergi .
"Baiklah nona , saya akan menemani nona ". Ucap Levi dengan menundukan Kepalanya .
"Memang apa yang ingin ,nona bicarakan apa ada hal yang penting".ucap Levi
"Tidak Levi ,Saya hanya ingin mengetahui siapa yang telah melukai ayah seperti itu ". Ucap Violincia .
" Ntah nona ,mungkin musuh tuan nona ". Ucap Levi .
" Siapapun dia ,Dia memang kejam ". Ucap Violincia dengan kesal .
Ntah mengapa dia ingin mengetahui semua yang telah terjadi , Violinvia sempat berpikir apakah Lucas yang telah melakukan itu semua , tetapi dia juga berpikir tidak mungkin ,karena kan Lucas Telah berada di sel ruji penjara .
Ntah mengapa semua itu hanya membebani pikiranya saja sehingga dia tidak bisa berfikir apa - apa .
" Ntahlah apa yang terjadi semuanya sungguh tidak jelas terjadi begitu saja tanpa ada rencana ". Ucap Violincia kepada dirinya sambil mengetuk keninganya dengan tangan.
Setelah makan ia beranjak Dari tempat makan ke lantai atas untuk Menghubungi temanya dan ingin temanya mencarikan informasi tentang orang yang telah melukai ayahnya.
" Hai, apakah kau mengingatku ". Tanya Violincia ke temanya.
" Tentu saja aku mengingatmu ,Kenapa tidak ". Ucap temanya ke Violincia .
"Kau adalah Violincia , anak dari Bimantara kan " ucap teman Violincia.
" yah tentu saja , apa kau bisa membantuku ". Ucap Violincia kepada temanya.
" Tentu saja aku bisa memang apa yang bisa ku lakukan ,Violin ". Ucap teman Violincia dengan tersenyum.
" Aku ingin kau membantuku menyelidiki siapa yang telah menyerang ayahku ".ucapnya
"Kejadianya terjadi tari pagi menunjukan pukul 06.30 , Dijalan Lingkar indah disaat perjalanan menuju Perusahaan ayahku ". Ucap Violincia kepada temanya sambil menyebutkan ciri-ciri yang disebutkan Supir yang mengantarkan ayahnya untuk keperusahaan tafi pagi .
"Baiklah aku akan , menyelesaikan tugasku ,tenanglah Violincia ".ucap temanya dengan santai .