Bab 52

1110 Words

“Langit! Dari mana aja, Kamu?” tanya Rere setelah menyalakan lampu ruang tamu begitu mendapati Langit membuka pintu tengah malam. Ini adalah hari ke empat pria itu meninggalkan rumah. Langit sengaja membawa kunci cadangan agar bisa masuk rumah kapan saja tanpa mengganggu penghuni rumah yang lain. “Dari luar, Ma.” Langit menghampiri sang mama kemudian mencium khidmat tangannya. “Luar apa? Luar rumah, luar kota apa luar negeri?” tuntut Rere. “Rindu udah ngomong kan alesan aku pergi?” “Yah, Rindu ngomong kamu ada perjalanan bisnis ke luar kota.” “Nah, apa lagi yang Mama pingin tahu?” “Sayangnya Mama nggak percaya!” “Mama pikir aku ke mana?” “Mama nggak tahu makanya Mama nanya.” “Aku capek, Ma. Bahas besok aja ya.” Pria itu melipir menuju kamar mengundang gelengan Rere. Semakin lama s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD