Ke esokan harinya. Emma bangun pukul delapan pagi, ia segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, kemudian mengenakan seragam restoran dan segera berangkat.
Emma memiliki kebiasaan tidak pernah sarapan saat pagi, ia lebih sering melewatkan makan pagi dan makan siang dengan porsi biasa.
Emma mengambil tas mungilnya dan segera berangkat menuju restoran.
Emma tiba tepat pukul sembilan pagi. Disana sudah ramai, karena para karyawan sudah tiba dan memulai pekerjaan mereka seperti biasa.
Emma segera naik ke lantai atas dan meletakkan tasnya.
Saat turun ke lantai bawah ia berpapasan dengan Daniel. Pria itu seperti biasa menggoda Emma dengan sapaan pagi yang manis.
"Selamat pagi cantik,"
"Selamat pagi kak Daniel," jawab Emma.
Ia mengabaikan Daniel dan memilih segera menyapu dan mengepel lantai restoran.
Lantai bawah cukup luas dan memakan waktu jika Emma tidak segera membereskan pekerjaannya.
Emma menyadari jika bukan hanya ia yang membersihkan lantai. Namun ada perempuan lain. Emma menatapnya sejenak, wanita itu memiliki rambu panjang dan tidak terlalu cantik, namun ia merupakan pekerja yang cakap dan bisa diandalkan.
Emma menebak jika ia adalah orang yang dimaksud Daniel kemarin.
Emma menyapanya untuk berbasa-basi.
"Selamat pagi,"
"Selamat pagi, apa kau pegawai baru?" tanya perempuan itu masih tetap fokus menyapu lantai.
"Iya," jawab Emma.
"Siapa namamu ? Namaku Sarah Robinson," ucap perempuan bernama sarah itu.
"Aku Emma Brown," jawab Emma lagi.
Emma mengidentifikasi Sarah adalah pelayan yang dimaksud oleh daniel kemarin.
Saat melihat sarah bekerja. Ia menjadi sangat bersemangat. Sarah sangat cakap dan energic.
Saat semua sudah selesai, Emma dan Sarah duduk berdampingan di kursi pegawai.
Jason dan Daniel turun dari lantai atas, dan langsung menyapa sarah.
"Nona sarah, bagaimana liburanmu?" tanya Daniel seperti biasa. Ia memang suka menebar pesona.
"Kak Daniel, apa itu penting untuk di tanyakan?" ucap sarah cuek.
Emma mengabaikan percakapan keduanya dan lebih memilih mendekati Jason yang duduk tak jauh darinya.
"Jason kau berasal dari mana?" tanya Emma basa basi.
"Aku dari Irvine. Kalau kau?" tanya Jason balik.
"Aku tinggal di kota ini. Tapi aku dulunya tinggal di Glendale," ucap Emma.
"Jason, nanti malam ada acara bersama frank. Jangan lupa," Tiba-tiba Violet menginterupsi dari meja kasir.
"Iya, aku ingat," ucap Jason. Kemudian ia sibuk membalas chat di ponselnya, mengabaikan Emma yang masih ingin mengobrol dengannya.
Emma mengalihkan pandangannya ke arah Daniel dan sarah yang masih berdebat. Ia mendekatkan dirinya sedikit ke arah sarah.
"Kak sarah, apa kau pernah menginap disini? Apa kau tau kalau disini berhantu?" tanya Emma penasaran. Ia ingin mencari topik pembicaraan dan lebih akrab dengan mereka.
"Apa kau ingin menginap disini? Aku akan menemanimu kalau kau mau," ucap sarah.
Emma merasa sangat antusias ia segera menyetujui usul Sarah.
"Ayo kak, aku akan membawa baju ganti," ucap Emma antusias.
Mereka pun memulai rencana untuk acara menginap mereka.
***
Setelah selesai bekerja Emma dan Sarah pulang terlebih dahulu untuk mengambil pakaian ganti. Setelah itu kembali lagi ke dalam restorant dan menginap disana.
Mereka menyapa Nyonya Green yang sedang berdandan rapi, di sebelahnya juga terdapat Violet yang melakukan hal serupa.
"Halo nyonya Green,kami akan menginap disini malam ini."
Nyonya Green yang melihat Emma dan Sarah kemudian berinisiatif mengajak mereka bergabung untuk acara makan malam perpisahan.
"Ayo ikut makan malam bersama kami!" ucap Nyonya Green.
"Kalian akan kemana?" tanya Emma penasaran.
"Kami memesan ruangan di sebuah cafe dekat sini. Akan bagus jika kalian juga ikut bersama kami," ucap Violet.
"Aku tidak memiliki kendaraan," ucap Emma sedikit bingung.
"Jangan hawatir, kau akan bersama Jason. Iyakan Jason. Sementara aku akan bersama yang lain," ucap Violet sambil menoleh pada Jason yang sedang bersantai.
"Tidak masalah," jawab Jason enteng.
Emma merasa sangat senang. Ia akan menjadi lebih dekat dengan Jason nantinya.
"Trimakasih," ucap Emma.
"Aku dengar kau merokok kemarin, apa kau suka kebiasaan itu?'' tanya Violet penasaran.
"Iya, aku memang perokok aktif," ucap Emma enteng. Ia mengeluarkan rokoknya dan menawari Jason.
Pria itu langsung mengambilnya tanpa sungkan. Violet hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap adegan itu.
"Ayo kita berangkat!" ucap Violet.
Jason tersenyum dan segera bangkit berdiri, ia mengikuti langkah Violet turun ke bawah.
Emma hanya bisa menatap punggung mereka berdua dan mengikuti mereka di belakang bersama yang lain.
"Apa mereka sangat dekat? Bukankah Jason sudah memiliki tunangan," ucap Emma pada Sarah sambil berbisik.
"Aku tidak tau, mereka sudah seakrab itu saat mereka mulai bekerja disini," ucap Sarah.
Emma pun tidak berkomentar lagi, ia merasa jika Jason benar benar buaya darat. Dan juga kurang ajar.
Setelah sampai di lantai bawah. Violet membonceng pada moto Jason, sementara Nyonya Green dan Emma berboncengan. Kemudian sara berkendara dengan karyawan lain.
Sepanjang perjalanan Emma memandangi Violet yang bercanda dengan Jason di sepanjang perjalanan. Ia merasa sangat iri lagi.
Ia pun mengalihkan perhatiannya dengan berbicara pada Nyonya Green. Perempuan itu tampak humble dan mudah diajak berbincang.
"Nyonya Green, kenapa kita harus makan diluar?" tanya Emma penasaran.
"Apa kau tidak tau?" tanya Nyonya Green bertanya balik.
"Tidak, apa yang aku tau. Aku bahkan baru dua hari bekerja disini," ucap Emma.
"Besok adalah hari terahir Evan bekerja bersama kita, kau ingat pria yang menggoreng ayam tempo hari ?" Tanya Nyonya Green.
"Iya aku ingat, ada apa dengannya?" tanya Emma tidak mengerti. Ia ingat dengan karyawan laki laki yang fokus menggoreng ayam di dapur saat ia sedang membersihkan cabai. Ia tidak akrab dengan dia karena pria itu tak mengajak Emma berbicara.
Emma juga melihat pria itu ikut bersama mereka sekarang, dan sedang mengendarai motor bersama sarah.
"Dia akan berhenti bekerja besok, dan hari ini kami ingin merayakan pesta perpisahan dengannya." Ucap Nyonya Green.
Emma mengangguk mengerti, meskipun ia tidak begitu mengenal pria itu namun ia tau perasaan Nyonya Green saat kehilangan seorang teman kerja,pasti tidak enak.
Ia juga pernah merasakan hal yang sama saat kehilangan sahabatnya yang berhenti bekerja.
"Nyonya Green, apa menurutmu Violet dan Jason menjalin hubungan?" tanya Emma mengganti topik pembicaraan.
"Menurutku mereka memang cukup dekat. Aku sudah sering menasehati Violet agar ia menjauh dari Jason. Karena Violet sendiri sudah memiliki kekasih. Tidak baik untuknya jika terlalu dekat dengan Jason."
Emma yang mendengar ucapan Nyonya Green merasa jika Violet ternyata sedikit menjijikan. Ia bahkan memiliki kekasih namun malah menempel pada Jason.
Bahkan ia tidak mengira Violet sendiri bersikap seolah olah tidak ada masalah apapun dengan perilakunya.