Mendengar pertanyaan dari orang-orang yang kini menatap dirinya membuat arwah itu langsung memastikan apa yang dirinya lihat sebab tadi ia melihat perempuan yang terlihat mengerikan, tetapi mengapa mereka tak melihat apa yang ia lihat padahal sampai saat ini perempuan aneh itu masih ada di dekatnya.
"Beneran? Masa sih kalian makhluk sejelas ini? Ini dia tepat di samping aku loh! Seriusan kalian gak liat apa yang aku liat gitu? Ini loh muka dia nyeremin gini masa gak bisa kalian liat sih? Apa aku salah liat gitu? Gak ah! Serius loh ini dia lagi ngeliat ke arah aku!!" ucap arwah itu ketakutan.
Yocelyn yang merasa ada yang beres dengan ucapan arwah itu membuatnya berusaha melihat lebih dalam lagi apa yang belum bisa dilihat oleh Hisyam dan Vala, lalu benar saja di sebelah gadis itu memang ada arwah gantung diri yang mengerikan entah darimana asalnya.
"Sebentar ... ah! Ternyata begitu ya, wajar jika kalian tidak melihatnya karena memang ini bukan hal yang biasa kalian lihat! Lagipula feedback darinya juga bukan hal baik, terlebih dia di kelilingi oleh aura negatif jadi memang sebaiknya kalian tak perlu melihat arwah ini," ujar Yocelyn datar.
Vala dan Hisyam yang mendengar ucapan dari Yocelyn membuat mereka berusaha untuk fokus agar mereka juga bisa melihat dengan jelas, tetapi arwah pelindung itu membatasinya dan ia melarang mereka berdua untuk melihat arwah yang gelap seperti ini.
"Kalian tidak perlu melihat arwah yang memang tidak menunjukkan dirinya lagipula arwah itu tak baik untuk kalian lihat karena ia adalah atma yang dipenuhi oleh kebencian dan dendam yang seringkali digunakan untuk praktek dalam hal merugikan orang lain," ujar Yocelyn serius.
Mendengar hal yang memang ada benarnya membuat mereka berdua mengiyakan saja ucapan Yocelyn sedangkan Vala yang merasa khawatir dengan arwah yang belum memperkenalkan dirinya membuat gadis itu menanyakan bagaimana nasib atma satu itu.
"Astagfirullah, terus gimana nasib dari arwah yang belum kenalan sama kita ini? Apa dia itu mau gangguin arwah ini? Kok bisa ada arwah yang gelap dan masuk ke tempat ini, Yoce? Kalau dia sering merugikan orang itu artinya bahaya dong? Aman untuk Hisyam gak?" tanya Vala khawatir.
Yocelyn yang mengerti dengan kekhawatiran gadis lugu dan baik hati itu membuatnya mencari cara agar arwah gelap seperti ini tak bisa sembarangan masuk ke wilayahnya, Hisyam dan Vala yang mendengar ucapan Yocelyn membuat mereka merasa lega.
"Tenang saja saya akan mengeluarkan dan membatasi ia untuk jangan mengganggu Hisyam atau arwah ini lagipula selama ada saya di sini maka tak akan saya biarkan siapapun melukai apalagi sampai membahayakannya sudah pasti tidak adakn saya biarkan," tutur Yocelyn serius.
"Syukurlah kalau begitu jadinya toh gue percaya sama lu kok, Yoce! Emang cuma lu yang paham hal apa yang terbaik buat keselamatan dan keamanan gue! Anyways lu juga perlu menjaga diri lu sendiri loh, Yocelyn! Gue gak tau kita akan jadi apa kalo gak ada lu Yoce," ucap Hisyam santai.
"Alhamdulillah, gue ikut tenang rasanya kalo denger solusi begini, Yoce! Hisyam emang butuh lu banget sih! Tuh makanya Syam jangan suka ngeyel kalo dibilangin sama Yocelyn! Itulah kenapa gue minta lu obrolin dulu sama Yocelyn karena dia yang paham dampaknya," ujar Vala lembut.
Sementara arwah gadis yang masih penasaran dengan alasan arwah tadi menunjukkan diri pada dirinya membuat ia mempertanyakan pada Yocelyn dan sebagai atma yang sudah sering bertemu dengan arwah seperti tadi membuatnya menjelaskan dengan serius.
"Hm, terus kenapa dia hanya menunjukkan dirinya ke saya aja? Apa saya punya masalah atau hal yang mungkin menyakiti arwah itu atau gimana? Jujur saya gak paham apa alasan arwah itu kayak gitu? Cuma baru pertama kali saya lihat ada yang begitu," tanya arwah gadis itu bingung.
"Sebenarnya bukan dia menunjukkan cuma emang karena energi kalian berlawanan jadi ya gak sengaja kamu ngeliat dia dalam bentuk aslinya, terus perihal masalah atau hal apa yang buat dia sampe nyamperin kamu itu karena dia butuh energi murni dari arwah yang terbunuh secara tiba-tiba sebab kamu bisa memiliki dendam yang kuat untuk digunakan," tutur Yocelyn serius.
Untuk beberapa menit suasana ruang tamu terdengar sunyi karena saat ini pikiran mereka benar-benar tak menyangka bahwa ada arwah yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga merugikan jika kita salah mengambil langkah.
Melihat suasana hening seperti ini membuat Yocelyn berusaha mencari topik karena jika diingat-ingat lagi mereka bertiga belum mengetahui nama dari arwah gadis yang terlihat murung ini dan tak lama Hisyam dan Vala juga merasa setuju dengan ucapan Yocelyn barusan.
"Daripada membicarakan yang tak perlu dibahas bagaimana jika kamu memperkenalkan siapa namamu karena sampai sekarang kami tak pernah tau siapa kamu sebenarnya loh? Bukankah terdengar lebih baik daripada membahas hal yang mengerikan itukan ya?" tanya Yocelyn serius.
"Sepertinya bukan ide yang buruk, Yoce! Lagipula nantinya kami akan sering memanggil kamu masa kami tidak tau nama orang yang kami panggil? Bukankah aneh bila seperti itu? Iya gak Val? Kayak apa ya? Kayak canggung gitu jadi lebih baik kami tau siapa namamu," tutur Hisyam santai.
"Tentu akan terasa aneh jika kita sering bertemu, tetapi tidak tau nama? Tenang saja kami ini hanya ingin mengenal kamu dan membantumu loh! Jadi kamu tidak keberatan untuk menyebut namamu bukan? Atau jangan-jangan kamu masih belum percaya kami ya?" ucap Vala bingung.
Tak lama arwah gadis yang terlihat murung itu memperkenalkan dirinya dan seketika suasana terdengar begitu sunyi saat mengetahui bahwa ia adalah kekasih dari orang yang tak menyukai kehadiran Hisyam dimanapun pemuda itu berada.
"Tidak begitu kok, Vala ... saya Tevy Phalosa Nalani, sering dipanggil Tevy dan dulu semasa saya masih hidup saya adalah kekasih dari Fillbert Camilo Jarvis yang sudah kalian sebagai orang yang entah mengapa terlihat tak menyukai kehadiran Hisyam dimanapun ia berada dan saya mohon maaf jika sikap dan ucapan Fillbert keterlaluan ya," ujar arwah itu lembut.
Di saat Vala dan Yocelyn menatap Hisyam khawatir, tetapi orang yang di khawatirkan justru tak terlihat terganggu sama sekali bahkan ia menanggapi ucapan arwah itu dengan santai dan ia tetap akan membantunya.
"Ya Allah, kenapa Hisyam harus berurusan dengan kekasih Fillbert? Masih tak cukup masalah yang harus dihadapinya? Bahkan niat baik dari keinginannya itu justru ada aja hambatannya? Tak bisakah jalan yang ia lalui berjalan dengan mudah dan baik-baik saja?" batin Vala khawatir.
"Tidak ada salahnya membantu orang lain, tetapi sudah pasti tak akan mudah untuk membantu arwah gadis itu terlebih Fillbert sudah sangat membenci pemuda itu pasti Hisyam hanya akan di persulit oleh pemuda tidak tau terima kasih untuk itu! Aduh bagaimana nasib pemuda itu ya? Saya khawatir Fillbert akan mempersulit hidup orang lain saja," batin Yocelyn sendu.
"Jadi begitu toh ... pantas saja saya melihat kamu ada disekitar Fillbert rupanya kamu memang memiliki ikatan dengan pemuda itu, tetapi tenang saja apapun yang terjadi gue tetep bantu lu kok! Anyways! Kali aja dengan masalah ini gue justru bisa akur sama dia," sahut Hisyam santai.
Dalam diam arwah yang diketahui bernama Tevy ini hanya bisa tersenyum sementara Vala yang masih mengkhawatirkan perasaan Hisyam dan dampak yang mungkin akan ditanggapi lain oleh pemuda yang selalu saja membenci dirinya.
"Akur? Kamu yakin akan aman, Syam? Kamu tau sendirikan Fillbert itu gimana? Jujur sebagai temen sih gue khawatir banget sama hal apa yang bakal terjadi ke kamu loh? Seriusan kamu bener-bener yakin bantuin dia? Gimana kalo kamu pikirin lagi ke depannya?" tanya Vala cemas.
Hisyam yang mendengar pertanyaan seperti ini membuat dirinya menjawabnya dengan santai karena dirinya cukup sadar jika Fillbert memang memiliki masalah personal dengannya jadi mau ia membantu Tevy atau tidak maka pemuda itu akan tetap membenci dirinya.
"Mungkin terdengar konyol, tetapi menurut saya membantu orang lain itu tidak perlu berpikir berulang-ulang lagipula Fillbert memang memiliki masalah personal dengan diri gue jadi mau gue bantuin Tevy atau gak ya dia tetap membenci gue jadi santai aja Val," tutur Hisyam santai.
Tevy yang mendengar jika pemuda di hadapannya ternyata memiliki masalah dengan pacarnya membuat arwah gadis itu spontan mempertanyakan apa masalahnya karena ia berpikir untuk membantunya toh tidak ada salahnya untuk saling menguntungkan satu sama lain.
"Masalah? Jadi Hisyam punya masalah dengan Fillbert ya? Gue baru denger loh, gimana kalau gue bantuin lu? Lagipula gak ada salahnya untuk saling menguntungkan satu sama lain bukan? Tenang saja Hisyam! Saya tidak keberatan untuk membantu kamu kali ini ya," ucap Tevy lembut.
Namun Hisyam memilih menolak bantuan seperti ini karena ia sudah sering mencoba banyak hal demi memperbaiki pertemanannya, tetapi Fillbert terlanjut membencinya dan Hisyam sangat sadar jika dirinya tak bisa merubah kebencian orang lain terhadapnya.
"Tidak usah terimakasih! Gue udah sering mencoba banyak hal demi memperbaiki pertemanan dengan manusia itu cuma tetap saja dia tak berubah, mungkin karena Fillbert terlanjur benci sama gue entah gimana! Selain itu gue juga cukup sadar kalo gue gak bisa merubah kebencian orang lain terhadap diri gue karena itu semua penilaian orang sendiri Tevy," tutur Hisyam datar.
Vala yang tak ingin Tevy dan pemuda itu salah paham membuatnya menjelaskan dan berusaha sekeras mungkin untuk menenangkan mereka berdua sedangkan Yocelyn yang tanpa sengaja melihat jam menujukkan pukul 11 malam lebih membuatnya mengingatkan Vala untuk pulang karena besok harus kembali bekerja.
"Tolong jangan salah paham ya, Tevy! Hisyam tidak bermaksud apa-apa kok! Terkadang emang dia gak bisa menjaga ucapannya cuma dia hanya berusaha melakukan hal yang bisa dirinya lakukan! Jadi harap maklumi saja sikap dan ucapannya yang menyebalkan," ucap Vala lembut.
"Astagfirullah! Sekarang udah jam 11 malam, Syam! Bukannya ini udah terlalu larut untuk Vala pulang ya? Bagaimana jika kamu antar Vala pulang karena besok kalian berdua harus kembali bekerja jadi jangan sampai bergadang apalagi Vala pasti ditunggu keluarganya di rumah loh, Syam! Cepatlah antar pulang agar kalian bisa istirahat untuk kerja besok," ujar Yocelyn serius.
Hisyam yang menyadari jika gadis itu harus diantar pulang membuatnya mengajak Vala pulang karena ia khawatir kalau Vala pulang menggunakan angkutan umum yang ada gadis cantik itu berada dalam bahaya yang bisa kapan saja terjadi.
"Bener juga ya, Yoce! Yaudah ayok Vala! Gue anter lu balik karena kalo lu pulang menggunakan angkutan umum yang lu bisa berada dalam bahaya yang bisa kapan saja terjadi jadi gue anter lu sampe rumah soalnya gimanapun juga gue bertanggung jawab sama lu," tutur Hisyam lembut.
Tanpa berlama-lama lagi mereka berdua bergegas menuju basement untuk segera sampai di mobil milik Hisyam dan selama diperjalanan mereka memilih untuk berdiam saja karena entah mengapa hari ini terasa melelahkan untuk dilalui.
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Vala bicarakan dengan pemuda itu terlebih tadi Hisyam sempat terlihat kehilangan arah untuk beberapa menit, tetapi dalam diam Vala juga menyadari jika terkadang tidak semua keinginan dapat terjadi sesuai dengan yang kita inginkan.
"Gue gak ngerti kenapa sih dia harus baik sama gue kayak gini! Well dari semua itu gue juga sadar kalau kadang tuh semua keinginan gak bisa terjadi sesuai yang gue inginkan, tetapi apa yang gue lakuin berasa kayak gak ada hasilnya apapun ya kasihan amat sih," batin Vala sendu.
Di saat gadis cantik itu larut dalam pikirannya, Hisyam justru sesekali melihat ke arah gadis lugu itu hanya untuk memastikan jika Vala dalam keadaan baik-baik saja sedangkan Yocelyn yang melihat perhatian kecil dari tuannya membuat hatinya terasa begitu perih dan menyakitkan.
"Tumben banget itu bocah keliatan sedih? Biasanya selalu banyak ngomong dan ceria-ceria aja? Kok ini beda ya? Jangan bilang dia lagi PMS ya? Dia beneran baik-baik aja gak sih? Aneh kalau liat dia begini tuh? Kayak bukan Vala yang biasanya? Jadi gak tenang," batin Hisyam khawatir.
"Apa yang dilakukan Hisyam emang bukan hal yang salah dan itu hak dia cuma tetep aja kayak ada perasaan sedih dan rasa sakit yang gak pengen saya rasakan cuma yaudahlah emang bukan jalan saya untuk dicintai orang yang harus saya lindungi! Bagaimana mungkin saya bisa bermimpi terlalu tinggi seperti ini ya? Harus sadar kamu tuh Yocelyn ...," batin Yocelyn sendu.
Gelapnya malam seakan menjelaskan jika saat ini banyak hati yang terlihat begitu suram hanya karena mereka berada di perasaan yang tak seharusnya mereka miliki dan mereka cukup sadar jika pada akhirnya perasaan yang mereka miliki akan hancur suatu hari nanti.
Dalam diam Vala cukup mengerti jika pada akhirnya usahanya tak bisa merubah keinginan yang sangat ia inginkan karena Hisyam sendiri terlihat tak memiliki perasaan apapun padannya jadi mau tidak mau Vala menerima saja setiap rasa sakit yang dirasakan oleh perasaannya.
| Bersambung |