Benang Yang Kusut

2026 Words
Sayangnya sahutan yang didapatkan oleh Kayle dan Vala justru terkesan menyindir kemampuan tim Hisyam yang dinilai tak sebanding dengan tim mereka meskipun begitu dua orang ini tidak meladeni omong kosong mereka bahkan Vala justru membahas perihal tujuan mereka saat ini. "Wah, wah ... biasanya kami bekerja sama dengan tim yang berkualitas setara atau paling tidak kemampuannya tak mengecewakan eh sekarang kami justru harus bekerja sama dengan tim yang begini? Yang diketuai oleh monster itu ya? Menyedihkan sekali ya tim ini," sindir Zita santai. "Kalian tak perlu bersikap baik pada kami karena yang selalu bersikap baik sudah jelas itulah tim yang tak memiliki kemampuan sendiri! Sangat disayangkan ya harus bekerja sama dengan orang-orang yang merepotkan seperti kalian, tapi apa boleh buat! Jalani saja," sahut Nara acuh. "Sepertinya Hisyam terlalu takut ya untuk memulai kerja sama ini sampai-sampai kalian malah di utus menemui kami? Memang orang itu tak pernah bisa melawan orang hebat seperti saya jadi saya tekanan pada kalian untuk jangan seenaknya dalam kerja tim ini ya!" ujar Fillbert dingin. "Pernah dengar kalah sebelum berperang? Nah! Hisyam adalah bentuk salah satu orang yang memilih tidak hadir bahkan sebelum kita memulai apapun! Sangat disayangkan saat melihat rekan kerja kita kali ini benar-benar memalukan ya! Persis seperti pengecut," ucap Cleon datar. "Begitukah? Saat ini yang penting adalah diskusi mengenai produk yang akan launching dalam beberapa waktu ini jadi sebaiknya kita fokus pada pembahasan yang perlu kita rundingkan karena saat ini yang terpenting adalah membentuk produk yang sesuai di pasaran bukan malah membicarakan masalah personal seperti ini! Sampe sini kalian paham bukan," ujar Kayle santai. "Seorang yang memiliki kualitas kemampuan tinggi tak akan membawa masalah personal ke dalam pekerjaan jadi kerja samalah dengan serius karena kami tak membutuhkan pendapat pribadi di luar dari proyek ini! Bekerja samalah dengan benar karena anda dibayar untuk serius bukan dibayar untuk mengomentari kehidupan tim lainnya! Mari kita mulai," tutur Vala serius. Tim Fillbert hanya tertawa sekilas sebelum akhirnya mulai memperkenalkan diri sebagai bentuk formalitas kerja dan meminta tim Hisyam untuk jangan membebani proyek kali ini atau nama tim mereka akan dinilai buruk seperti penilaian orang lain terhadap tim Hisyam. "Begitukah cara kalian membuka diskusi dalam sebuah proyek? Ah! Sangat membosankan ya rupanya ... well, anggap saja seperti itu dan sebagai bentuk basa-basi belaka saya juga akan ikut memperkenalkan diri saya! Cleon Kawindra Leif! Panggil saja Cleon atau Cle," ujar Cleon santai. "Terlalu kaku untuk sebuah kata sambutan ya? Ah! Lebih tepatnya terlalu kuno untuk sebuah basa-basi yang tak perlu ya? Tapi sudahlah anggap saja kamu senang dengan sambutan seperti itu ya! Anyways, saya juga perlu memperkenalkan diri ya? Nama gue Zita Radella Jovita, tapi kalian gak perlu sok akrab apalagi sok baik sama gue! Gue gak butuh tau gak," sahut Zita datar. "Apa yang dikatakan rekan-rekan gue gak salah sih! Anggap aja diskusi kali ini cuma sebagai formalitas kerja aja dan sebagai ketua tim mereka jadi gue akan memperkenalkan diri gue juga karena kalian butuh tau siapa lawan kalian ini ya! Kalian pasti tau guelah, nama gue Fillbert Camilo Jarvis dan di sana Zita orang kepercayaan gue terus Cle partner lapangan gue dan Nara itu tangan kanan gue jadi sebaiknya kalian bekerja dengan serius ya," ucap Fillbert serius. "Gue pribadi gak suka hal gak jelas apalagi perkenalan yang memuakkan cuma yaudahlah kalo Fillbert maunya gitu ya gak masalah! Nama gue Nara Kalyca Luvena Jadi kalian wajib manggil gue Nara dan satu lagi kalian jangan cari masalah sama gue karena gue gak suka kalau ada yang ngusik cara kerja gue! Kerja masing-masing aja kalo mau hidup nyaman," tutur Nara dingin. Dalam diam Vala sangat ingin untuk memukul mereka berempat yang merendahkan tim Hisyam secara halus seperti ini padahal mereka tak mengenal pemuda itu ataupun anggotanya dengan baik, tetapi berbicara seolah-olah mereka memahami Hisyam lebih dari Vala dan Kayle. "Lah? Orang-orang ini kenapa dah? Kenal tim kita juga gak! Eh ngomongnya udah kayak akrab aja sih?! Bikin orang emosi aja dengernya! Padahal sama-sama bawahan dan menginjak bumi eh sikapnya kayak atasan yang berada di atas langit aja dah! Kebangetan dah," batin Vala kesal. Kayle mengerti jika rekannya sedang berusaha keras untuk menahan rasa kesal yang sengaja di lakukan oleh tim Fillbert dan sebisa mungkin Kayle menenangkan Vala dengan menepuk-nepuk punggung tangan gadis cantik itu dan Vala paham dengan apa yang dilakukan oleh rekannya. Selama diskusipun suasana terlihat sulit dan seringkali terjadi perdebatan, tetapi Kayle tak bisa semudah itu untuk dipancing bahkan fokusnya kali ini benar-benar tidak bisa diganggu gugat dan sangat terarah untuk menyelesaikan proyek kali ini. Sayangnya sekuat apapun Kayle berusaha untuk tetap tenang, pemuda yang sangat membenci Hisyam itu justru tetap saja menyindir dan mencari masalah dengan Kayle dan Vala seakan-akan ia sedang membentuk benang yang kusut. "Di hari diskusi yang penting begini, Hisyam malah gak ada padahal dia ketua tim kalian? Apa kalian gak malu punya ketua yang gak bertanggung jawab gitu? Belum memulai apapun aja dia udah nyerah dan bersembunyi dibalik rekan-rekannya! Kasihan banget ya," sindir Fillbert santai. "Gimana proyek ini baru berjalan dengan sangat baik dan menguntungkan? Kalo tim yang di ajak kerja sama aja tidak menyakinkan seperti ini? Bener-bener ngerepotin orang aja ya tim kalian itu! Harusnya sebagai karyawan yang profesional itu kalian inisiatif dong jangan memalukan begini loh! Ini mah sama aja gak ada harapan ke depannya buat berkembang ya, Fill!" sahut Zita datar. Namun siapa sangka jika Kayle dan Vala justru tak merespons ucapan konyol yang sangat jelas terlihat ingin menjelekkan Hisyam bahkan mereka berdua justru mengingatkan 4 orang yang ada di hadapannya untuk fokus saja dengan proyek kali ini sebab CCTV memperhatikan segala tindak-tanduk yang mereka lakukan. "Perkenalan yang luar biasa ya, kalau begitu karena waktu terus bergerak jadi sebaiknya mulai saja pembahasan dari diskusi kali ini agar tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak tepat ya! Apakah ada saran untuk proyek kali ini? Atau belum ada persiapan sama sekali dari tim kalian? Baiklah, ini pembahasan dari kami silahkan dibaca-baca dulu," sahut Kayle serius. "Kayle benar, saya baru tau ada perkenalan yang tak biasa dan sangat luar biasa ini ya? Hanya saja atasan kita membayar kita untuk bekerja bukan menjatuhkan satu sama lain! Jadi lebih baik kita mulai saja pembahasan ini sebab harus ada hasil yang didapatkan," tutur Vala santai. Seketika suasana rapat tak terdengar suara apapun dan Vala berusaha melanjutkan diskusi hari ini karena hasil dari diskusi akan diperiksa oleh Hisyam lalu pemuda itu akan mulai meneruskan pekerjaannya yang tidaklah mudah. Di saat Vala, Kayle dan tim Fillbert sibuk dengan pembahasan yang terlihat begitu sulit untuk di gabungkan. Di lain tempat Hisyam dan Chiko juga sedang menghadapi diskusi yang terasa begitu sulit untuk menemukan titik terang, hingga Chiko hampir kehilangan kesabarannya. "Keuntungan macam apa yang kamu sebutkan barusan, hah! Ini sama sekali bukanlah hal yang menguntungkan tau tidak!! Bagaimana bisa sebuah kesepakatan justru merugikan salah satu pihak! Sangat keterlaluan sekali sikap kalian berdua ini! Tidak tau aturan ya," ujar pemilik tempat. "Bagian mana yang tidak menguntungkan? Sudah jelas dalam kesepakatan ini cukup untuk keuntungan usahamu! Berhentilah menjadi orang yang serakah karena bisa saja keserakahan jugalah yang akan menghancurkanmu! Kamu menolak penawaran menguntungkan begini belum tentu kesempatan yang sama akan datang lagi! Berpikirlah manusia," sahut Chiko serius. "Kerugian? Kerugian apa yang anda maksud? Dalam kontrak ini sudah jelas bahwa kedua pihak mendapatkan keuntungan yang imbang dan hasil yang bisa dikatakan memguntungkan anda dan juga kami lalu anda bilang ini merugikan? Jangan bermain-main dengan kami karena belum tentu perusahaan lain akan membayar anda sebesar bayaran dari kami loh," ucap Hisyam santai. "Serakah? Main-main? Kalin pikir orang kecil seperti kami tak bisa mendapatkan keadilan hah?! Saya tidak ingin menandatangani kesepakatan yang merugikan usaha saya toh di sini kalian yang membutuhkan tempat ini bukan? Kalau begitu lakukanlah penawaran terbaik agar bisa meyakinkan saya! Bukan malah menjudge saya dengan asal begini," tutur pemilik tempat datar. "Kurang adil apa hah?! Dalam kontrak ini sudah jelas keuntungan yang anda dapatkan lebih dari kata cukup lalu anda minta kami untuk melakukan penawaran terbaik? Anda mau saya laporkan atasan kami dan usaha anda bisa dihancurkan dalam semalam? Jangan mencoba menguji kesabaran saya? Atau anda akan menyesal saat melihat kemarahan saya!!" geram Chiko kesal. Hisyam yang melihat jika rekannya sedang berusaha menahan rasa kesal yang menekan dirinya membuat pemuda itu menenangkannya dan meminta Chiko untuk menunggu di mobil saja biar dirinya yang akan mengurusi masalah ini. "Ko! Tenanglah, biar saya saja mengurusi masalah ini jadi lu tunggu di mobil aja nanti gue bakal nyusul kalo masalah ini udah selesai! Lu ngerti maksud guekan? Gue gak akan pulang dengan tangan kosong kok! Kadang kita perlu bersikap serius supaya orang lain bisa liat keseriusan lu dalam kesepakatan ini, Chiko! Udah jangan dipikirin ini tugas gue kok," ujar Hisyam serius. Dalam diam Chiko mengerti jika teman baiknnya pasti tak akan mengecewakan dirinya jadi dia memutuskan untuk menuruti ucapan Hisyam dan setelah Chiko berjalan menjauh tidak lama ia langsung memperingatkan pemilik tempat ini untuk jangan mencari masalah dengan dirinya. "Oke gue ngerti, Syam! Tolong kasih tau dia kalo dia ini salah nyari lawan dan dia gak perlu bersikap seolah-olah kuat terlebih dia gak tau gimana cara kerjanya perusahaan ini! Gue paham akhir apa yang bakal dia terima karena berani bertingkah begini jadi sebaiknya pak tua! Jaga sikap anda karena dia bukan orang yang mudah melepaskan lawannya loh," sahut Chiko datar. "Baiklah, jadi anda masih ingin mempertahankan rasa ingin menguntungkan diri anda sendiri? Tidak masalah, tetapi sebaiknya anda jangan mencari masalah dengan saya atau perusahaan ini karena tak ada kata ampun untuk orang yang menolak kebaikan dari kami! Anda tau berapa banyak tempat lain yang bisa kami dapatkan dengan mudah? Amat banyak," tutur Hisyam serius. Sayangnya bukan menuruti apa yang Hisyam katakan, pemilik tempat ini justru terkekeh dengan santai seakan-akan pemuda yang ada dihadapannya tak harus ditakuti sedangkan Hisyam yang tidak main-main dengan ucapannya membuat pemuda itu tersenyum sinis dan menunjukkan sebuah kertas yang membuat pemilik tempat ini terkejut. "Wah respon yang sangat luar biasa ya? Mari kita lihat apakah anda setelah melihat kertas ini anda masih bisa tertawa seperti ini atau tidak? Saya jamin tawa anda barusan adalah suara tawa anda yang terakhir jadi sebaiknya pikirkan ini sekali lagi atau anda akan menyesal besok hari loh," sahut Hisyam datar. Untuk beberapa menit pemuda itu terdiam karena ia tak menyangka jika dirinya sedang ada di hadapan orang yang tidak bisa rendahkan sementara Hisyam hanya mengatakan tujuannya ada di tempat ini dan ia harap orang ini mau bekerja sama dengan baik. "Ah! Ini? Ba-bagaimana bisa dia memiliki hal ini? Payah! Bagaimana dia bisa tau kelemahan saya! Ini bukan pertanda yang baik jika saya melawannya, sudah pasti nama saya akan menjadi tidak baik untuk ke depannya? Aduh saya harus tunduk padanya," batin pemilik tempat ini ketakutan. "Sudah paham bagaimana seharusnya anda bersikap dalam menanggapi kesepakatan ini? Jadi tujuan saya sudah selesai dan silahkan tanda tangani kesepakatan kontrak ini lalu sebaiknya anda harus bekerja sama dengan baik untuk ke depannya ya pak! Kalau begitu saya pamit balik ke kantor untuk melaporkan kerja sama yang luar biasa menyusahkan ini ya," ujar Hisyam serius. Tak ingin berada dalam masalah membuat orang itu langsung berlutut dan meminta Hisyam untiuk memaafkan dirinya dan ia berjanji akan bekerja sama dengan sangat baik dalam proyek kali ini lalu tak lama Hisyam mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti dan ia berlalu pergi dari sana dengan santai. "Ah! Iya saya mengerti! Tolong bantulah usaha saya untuk tetap bertahan ya dan terima kasih sudah memberi kesempatan yang luar biasa ini pak dan maafkan saya ucapan saya segala sikap saya yang menyusahkan ini, ini sudah saya tanda tangani ya, pak! Oh iya hati-hati dijalannya ya pak Hisyam! Sampaikan salam hormat saya ya," ucap pemilik tempat ini gugup. Dalam diam Chiko hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat pemuda itu datang dengan hal yang diinginkan perusahaannya dan tak lama Chiko memuji kepandaian pemuda itu yang selalu bisa saja membuat siapapun takluk padanya. "Wah, wah ... gak heran sih lu selalu jadi pilihan terbaik saat terjun ke lapangan kayak gini! Ya karena lu terbiasa menaklukkan banyak orang yang kadang suka gak paham aja gitu alur cuan itu gimana geraknya, by the way ... gimana caranya lu bisa berhasil gini, Syam? Lu gak mau ajarin gue biar kayak lu gitu? Ahahaha ngawur banget ya gue ini Syam," ujar Chiko santai. | Bersambung |
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD